Kaya Negara menegaskan, Pemerintah Kota Denpasar menggelar Parade Kesenian Tradisional sebagai upaya pembinaan, pengembangan, sekaligus pelestarian seni. Kegiatan ini juga memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk menunjukkan kemampuan teknik tabuh dan mengembangkan kreativitas dalam memainkan Gong Kebyar, sekaligus melestarikan kesenian klasik sesuai dengan pakemnya.
“Sebagai kota yang heterogen, parade ini menjadi bagian dari pembinaan untuk mempersiapkan para peserta sebagai duta Kota Denpasar dalam berbagai ajang seni ke depannya. Kami bangga melihat anak-anak muda tetap berkreativitas dan tidak kehilangan jati diri. Seluruh peserta menampilkan kemampuan yang luar biasa,” ujar Jaya Negara.
Jaya Negara mengajak seluruh peserta yang belum berhasil meraih predikat terbaik agar tidak patah semangat. Hal ini mengingat kegiatan serupa akan dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai wadah kreativitas bagi para seniman muda Kota Denpasar. “Semua sekaa luar biasa. Bagi yang belum menjadi yang terbaik, jangan patah semangat. Terus belajar dan berlatih karena ke depan masih ada kesempatan untuk berkompetisi. Yang utama adalah menjaga dan melestarikan seni budaya Bali,” ujarnya.
Kepala Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, Raka Purwantara, didampingi Kepala Bidang Kesenian, I Wayan Narta, menjelaskan, selain menjadi ajang pembinaan dan pelestarian kesenian tradisional dalam mewujudkan kota kreatif menuju Denpasar Maju, kegiatan ini juga menjadi sarana evaluasi terhadap pelaksanaan pembinaan sekaa Baleganjur di Kota Denpasar.










