Bidang audio video menjadi fokus Sharp Class di SMKN 1 Cikarang Barat. Selama tiga bulan, peserta mengikuti pembelajaran teori dan praktik yang bertujuan memperkuat pemahaman teknis serta kemampuan menerapkan pengetahuan untuk menangani persoalan.
Dalam industri elektronik, penguasaan teknis merupakan fondasi penting. Namun, kualitas seorang tenaga kerja juga ditentukan oleh ketelitian, kedisiplinan, kemampuan berkomunikasi, dan tanggung jawab dalam menjalankan pekerjaan. Bagi teknisi, misalnya, kemampuan memahami persoalan perangkat perlu diimbangi dengan ketepatan dalam menangani masalah serta pemahaman terhadap kebutuhan pelanggan.
Karena itu, pendidikan berbasis industri perlu memberi ruang bagi siswa untuk mengenal lebih dekat standar profesi yang akan mereka hadapi. Pengalaman belajar seperti ini dapat membantu mereka memahami bahwa kesiapan kerja tidak hanya berkaitan dengan kemampuan mengoperasikan atau menangani perangkat, tetapi juga cara berpikir dan bersikap ketika menjalankan tanggung jawab profesional.
Lise Tiasanty, Customer Satisfaction Division Head PT Sharp Electronics Indonesia, menekankan pentingnya mengembangkan keterampilan teknis yang berjalan seiring dengan kualitas pelayanan.“Seorang teknisi perlu memiliki pemahaman teknis yang baik, tetapi itu saja tidak cukup. Ketelitian, kedisiplinan, kemampuan berkomunikasi, dan pemahaman terhadap kebutuhan pelanggan juga menjadi bagian penting dari pekerjaannya. Melalui Sharp Class, kami ingin memperkenalkan perspektif tersebut sejak siswa masih berada di bangku sekolah, sehingga mereka memiliki gambaran yang lebih utuh tentang profesi dan standar kerja yang akan dihadapi,” ungkap Lise.










