AWK berharap kerja sama India dan Bali ini tidak berhenti pada pemberian bantuan, tetapi berkembang menjadi kolaborasi jangka panjang di bidang teknologi alat bantu anggota tubuh. Ia mendorong agar pengetahuan dan keterampilan pembuatan kaki palsu dari India dapat dibagikan kepada tenaga dan lembaga di Indonesia.
“Ini merupakan bentuk kerja sama bilateral yang luar biasa antara Indonesia dan India dalam kerangka G20, sebuah people-to-people connection nyata yang sangat saya dukung,” kata dia.
Yang lebih penting, lanjutnya, masyarakat yang masih sehat lebih menjaga lagi kesehatan, khususnya mengurangi konsumsi makanan dan minuman manis. Sebab, sebagian kasus amputasi kaki ini, berasal dari penderita diabetes melitus. [gde]










