Semua Berhak Bergerak! 150 Kaki Palsu Dibagikan Secara Gratis

IMG-20261010-WA0037
Calon penerima kaki palsu mengikuti pengukuran kaki di Annika Linden Centre, Jalan Bakung Nomor 19, Kesiman Kertalangu, Denpasar. [foto: fb/gde]

 

DENPASAR-fajarbali.com | Setelah mendapatkan informasi, Hamka, petani asal Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, bergegas mebeli tiket kapal laut menuju Bali. Diantar putri sulungnya, Hamka tidak sabar menyambut harapan baru setelah kehilangan kaki kirinya. 

Hamka berangkat dari Pelabuhan Lembar, Lombok, Kamis (8/10/2026), malam. Lalu tiba di Denpasar, Bali pukul 8.00 Wita. Hamka adalah salah satu penerima kaki palsu yang mengikuti pengukuran kaki di Annika Linden Centre, Jalan Bakung Nomor 19, Kesiman Kertalangu, Denpasar. 

Pria paruh baya itu menceritakan, kaki kirinya terpaksa diamputasi Januari 2026 lalu akibat didiagnosa diabetes melitus. "Awalnya keluar cairan mirip air. Lalu jari kaki diamputasi. Kemudian makin parah [sakitnya], hingga dua kali diamputasi lanjutan hingga di bawah paha," ujarnya. 

Ia berharap, kaki palsu yang rencananya diterima Desember mendatang menjadi harapan baru agar ia kembali menjalani kehidupan sehari-hari seperti semula. Setelah pengukuran, ia kembali ke kampung halaman. 

Selain Lombok, ratusan penyandang disabilitas datang dari berbagai wilayah di tanah air. Pembagian kaki palsu gratis ini merupakan kolaborasi kemanusiaan India dan Bali.

Lebih dari sekadar alat bantu mobilitas, kerja sama Narayan Seva Sansthan dari India dan Yayasan Puspadi Bali ini diharapkan membuka peluang transfer teknologi pembuatan kaki palsu ke Indonesia.

Tahap awal program berupa pengukuran kaki palsu digelar selama dua hari, 9–10 Oktober 2026, Sebanyak 150 peserta mengikuti proses pengukuran agar kaki palsu yang diproduksi sesuai dengan kebutuhan masing-masing penerima.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top