Sarles Brabar Pimpin BKKBN Bali Gantikan Luh De

dr. Luh De–sapaan karib Luh De Sukardiasih, selanjutnya dipercaya menjabat Direktur Bina Ketahanan Keluarga Lansia dan Rentan BKKBN

(Last Updated On: )

FOTO: SERAH-Terima Jabatan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali dari Luh Gede Sukardiasih kepada Sarles Brabar, Jumat (14/7/2023).

 

DENPASAR – fajarbali.com | Sarles Brabar, SE., M.Si., resmi memimpin Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bali setelah serah terima jabatan dengan dr. Ni Luh Gede Sukardiasih, M.For., MARS, di Kantor BKKBN Bali, Denpasar, Jumat (14/7/2023).

dr. Luh De–sapaan karib Luh De Sukardiasih, selanjutnya dipercaya menjabat Direktur Bina Ketahanan Keluarga Lansia dan Rentan BKKBN. Ia hampir dua tahun memimpin Perwakilan BKKBN Bali.

Dalam sambutannya, dr. Luh De mengaku, menyadari selama menjabat kepala, banyak kekurangan dan target yang belum dicapai, meski di eranya ada juga prestasi membanggakan.

“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada bapak/ibu yang hadir pada hari ini serta seluruh mitra kerja BKKBN atas kerjasama dan dukungan yang luar biasa selama saya memimpin kantor Perwakilan BKKBN ini,” kata dr. Luh De.

Lebih lanjut, ia membeberkan pencapaian program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting selama menjabat Kepala Perwakilan BKKBN Bali, di antaranya, Capaian indikator kinerja utama (IKU) kategori Sangat Baik, TFR Bali telah mencapai angka 2,07 anak per WUS usia 15-49 tahun.

Angka kelahiran remaja umur 15-19 tahun (ASFR 15-19) telah mencapai 17,7 kelahiran per 1000 WUS 15-19 tahun. Indeks Pembangunan Keluarga (iBangga) sudah mencapai 58,97, Median Usia Kawin Pertama Perempuan (MUKP) sudah mencapai 22,9 tahun.

Namun, menurutnya, ada beberapa capaian yang belum optimal seperti, angka prevalensi kontrasepsi modern (mCPR) mencapai angka 54,6% masih butuh penguatan karena belum mencapai target provinsi yaitu sebesar 66,83%.

Persentase unmetneed yang masih cukup tinggi yaitu 16,40%, Program Percepatan Penurunan Stunting Bali menduduki posisi dengan prevalensi angka stunting terendah secara nasional yaitu 8%.

Inovasi yang telah dikembangkan selama tahun 2022 di Perwakilan BKKBN Provinsi Bali, Sistem Monitoring DAK Sub Bidang Keluarga Berencana (Sidak Kencana), Layanan Konseling Online “Eling Stunting”, Bincang-Bincang Jumat dan Ngopi Bali, kerja sama dengan pemerintah daerah, tokoh agama dan adat.

Inspektur Utama BKKBN Ari Dwikora Tono, dalam arahannya menyebut, Pelaksanaan mutasi antar-wilayah atau unit kerja merupakan hal yang biasa dan perlu dilaksanakan dalam rangka memenuhi kebutuhan organisasi.

“Setiap mutasi sudah mempertimbangkan kompetensi ASN dengan persyaratan jabatan, klasifikasi jabatan, dan pola karier pegawai. Kita semua sudah memahami bahwa sebagai ASN, harus bersedia ditugaskan dimana saja,” jelasnya.

Ari Dwikora berterima kasih kepada dr. Luh De atas kerja kerasnya selama ini, serta mengucapkan selamat bergabung di BKKBN Pusat di Direktorat Bina Ketahanan Keluarga Lansia dan Rentan (Dithanlan). Semoga semakin sukses dan memajukan program-program di Dithanlan.

“Selanjutnya selamat untuk Bapak Sarles Brabar atas amanah baru menjadi Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali. Saya harapkan Bapak bisa membuat program Bangga Kencana di Bali semakin maju. Prestasi positif yang sudah didapatkan selama memimpin Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku semoga bisa juga diterapkan di Perwakilan BKKBN Provinsi Bali,” kata Ari Dwikora.

Sementara itu, Sarles Brabar yang berpengalaman memimpin Perwakilan BKKBN Provinsi Papua Barat, Papua dan Maluku, mengaku tetap masih belajar.

“Saya bukan komando, tetapi Tut Wuri Handayani. Kita berjalan bersama mencapai tujuan,” kata Sarles. (Gde)

Next Post

Komitmen TNI-Pers Jaga Kondusivitas

Jum Jul 14 , 2023
Salah satu bentuk menjaga kondusivitas tersebut, dengan tidak menyebar informasi hoax yang dapat memicu kekisruhan
163-WIRASATYA

Berita Lainnya