Rata-rata pasien dapat pulang dalam waktu 48–72 jam, menjadikannya alternatif terapi penting bagi pasien lanjut usia atau pasien dengan risiko operasi tinggi.
Di Indonesia, meskipun tindakan TAVI telah tersedia, prosedur ini masih dilakukan oleh jumlah rumah sakit yang terbatas. Kehadiran layanan ini di Bali International Hospital diharapkan dapat memperluas akses sekaligus meningkatkan standar layanan jantung nasional.
Menurut dr. Junior Rina Artha, layanan ini membuka peluang baru bagi pasien yang sebelumnya memiliki keterbatasan pilihan terapi.
“Banyak pasien stenosis aorta berat datang dalam kondisi lanjut dan berisiko tinggi untuk menjalani operasi terbuka. Dengan TAVI, kami dapat memberikan alternatif terapi yang lebih aman dan efektif dengan proses pemulihan yang lebih cepat. Kolaborasi tenaga ahli dalam dan luar negeri ini merupakan langkah penting dalam meningkatkan standar layanan jantung intervensi di Indonesia," imbuh dr. Junior.










