Rumah Terendam Lumpur Sungai Unda

Setelah melalui negosiasi yang panjang, Kamis (27/12/2017) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klungkung berhasil mengevakuasi keluarga I Made Sebita. Sebelumnya, Sebita bersama istri dan dua anaknya yang mengalami gangguan mental menempati gubuk tua yang berada di bibir Sungai Unda. Tepatnya di bawah jembatan panjang Desa Tangkas, Klungkung.

SEMARAPURA-fajarbali.com | Sejatinya sejak Gunung Agung erupsi untuk kali pertama, rumah milik Sebita sudah mulai terkena dampak. Apalagi saat musim hujan, aliran Sungai Unda berubah menjadi lumpur bercampur pasir. Akibatnya, rumah tak layak huni tersebut terendam lumpur. Dindingnya yang terbuat dari bedeg (anyaman bambu) sudah mulai rusak. Bahkan bangunan rumah nampak contong dan nyaris roboh.

Mulanya aparat desa sudah mengimbau agar Sebita dan keluarganya mengungsi. Bahkan sudah sempat dipindahkan ke balai banjar. Namun, hanya bertahan beberapa hari mereka kembali ke gubuk tua tersebut. Hanya saja, karena melihat kodisi rumah yang terendam lumpur, Sebita yang sehari-hari bekerja sebagai pemulung pun memutuskan untuk mengajak keluarganya tinggal di bangunan bekas percetakan batako milik I Ketut Kota. Ironisnya, bangunan itu hanya berjarak sekitar 50 meter dari rumahnya.

Melihat kondisi tersebut, Kepala Pelaksana BPBD Klungkung, Putu Widiada segera memerintahkan evakuasi agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Apalagi saat ini, wilayah Klungkung kerap dilanda hujan deras. Selama evakuasi, BPBD juga melibatkan Perbekel Desa Tangkas, Kadus Peken, Babinkamtibmas Desa Tangkas serta pecalang dan beberapa warga setempat.

“Untuk mengantisipasi korban jiwa jika terjadi luapan pada waktu tertentu maka pihak BPBD Kabupaten Klungkung beserta Perbekel Desa Tangkas, Kadus Peken, Babinkamtibmas Desa Tangkas serta pecalang dan beberapa warga setempat melakukan tindakan tegas memindahkan I Made Sebita beserta istri dan kedua anaknya,” tegas Widiada.

Kini Keluarga Sebita sudah menempati rumah permanen, yang sebelumnya dibangun melalui program Bedah Desa yang dilakukan oleh Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, BPBD Klungkung juga memberikan bantuan. Seperti beras dan kebutuhan rumah tangga lainnya. Cara ini diharapkan dapat membuat keluarga Sebita terus tinggal di rumah barunya. Tak kembali ke gubuknya, seperti yang pernah dilakukan sebelumnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, I Made Sebita merupakan warga tak mampu. Memiliki dua anak, yakni I Made Suandi dan Ni Komang Astini. Sayang, putra-putrinya mengalami keterbelakangan mental. Ni Komang Astini tak banyak merespon bila disapa. Ia hanya duduk sambil memegang tongkat dengan tatapan kosong. Sedangkan Made Suandi juga demikian, tak banyak yang tahu penyebabnya.

Tapi warga sekitar, mengatakan ia mulai menunjukkan tanda-tanda gangguan mental sejak tak beruntung dalam urusan asmara. Sehari-hari, kakak beradik ini hanya diam di rumah. Sedangkan orang tuanya, sejak pagi hingga sore sudah berangkat untuk mengumpulkan barang bekas. Warga sekitar yang merasa ibalah, yang kerap memberikan dua bersaudara ini makanan saat orang tua mereka tak ada. (dia)

 Save as PDF

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Gubernur Bali Gelar Simakrama Evaluasi Akhir Tahun

Ming Des 31 , 2017
Di penghujung tahun 2017, simakrama Gubernur Bali kembali digelar setelah beberapa bulan mengalami penundaan. Kali ini, Simakrama ke- 91 tersebut kembali digelar di Wantilan DPRD Provinsi Bali, Renon, Denpasar Sabtu (30/12/2017).   Save as PDF

Berita Lainnya