Road to Give 2026 Siap Digelar, Padukan Tantangan Lari, Sports Tourism, dan Misi Kemanusiaan di Bali

IMG_3147
Press Conference ‘Road to Give 2026’, Jumat (4/9). (FB/Dartha)

MANGUPURA-fajarbali.com | Ajang lari amal tahunan bertajuk Road to Give 2026 bakal kembali menghentak Pulau Dewata pada Sabtu (17/10) mendatang. Diinisiasi oleh jaringan hotel internasional Marriott, kegiatan ini siap menyedot perhatian 4.000 peserta dan mengambil tempat di kawasan ikonik Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park, Bali.

Daya tarik acara ini tidak hanya memikat pencinta olahraga lokal dan domestik, tetapi juga berhasil menjaring antusiasme wisatawan mancanegara. Kehadiran pelari dari berbagai penjuru dunia ini secara langsung membuktikan potensi besar sports tourism yang terus berkembang pesat di Bali.

Ketua Road to Give 2026, Franklyn Kocek, mengungkapkan bahwa tren pendaftaran menunjukkan respons yang sangat positif dari masyarakat. Hingga kini, panitia mencatat ribuan peserta dari dalam dan luar negeri telah mengamankan slot untuk ambil bagian.

“Per hari ini sudah ada sekitar 1.650 peserta yang mendaftar. Kami masih sekitar enam minggu menuju pelaksanaan dan kami sangat excited. Pesertanya mulai dari wisatawan, baik mancanegara maupun domestik,” ujar Franklyn Kocek saat konferensi pers, Jumat (4/9).

Meski pelari asal India dan China mulai mendaftar, peta partisipasi saat ini masih didominasi oleh pelari lokal. Panitia pun aktif merangkul para pekerja di industri hospitality untuk ikut meramaikan lintasan.

“Memang lebih banyak peserta lokal. Kami juga menargetkan para associate Marriott yang ada di Bali untuk bisa berpartisipasi,” tambah Franklyn.

Untuk memfasilitasi ragam tingkat kebugaran, ajang ini membuka dua kategori, yakni 2 kilometer (2K) dengan target 3.000 peserta dan 5 kilometer (5K) untuk 1.000 peserta. Khusus rute 5K, para pelari dipastikan menghadapi rute menantang dengan total elevasi mencapai 137 meter serta waktu batas (cut off time) 1 jam 30 menit sejak start pukul 06.00 WITA.

BACA JUGA:  Cap Bali Group Gelar Sanur Fashion Week 2026, Hadirkan Runway di Atas Breakwater Pantai

“Untuk kategori 5K memang ada total elevasi sekitar 137 meter, jadi lumayan menanjak. Tetapi kami berharap semua bisa menikmati dan mengikuti kegiatan lari ini,” kata Franklyn.

Guna menjaga kenyamanan dan keamanan peserta di rute yang menanjak, panitia menyiagakan dua water station pada kilometer 2,5 dan 4, serta titik-titik penyemangat (cheering zone). Berbeda dari tahun sebelumnya yang mengejar kuantitas, edisi 2026 lebih menitikberatkan pada kualitas penyelenggaraan dan sajian hiburan bagi para peserta.

Di balik peluh para pelari, Road to Give 2026 mengusung nilai edukatif dan kepedulian sosial yang kuat. Seluruh dana yang terhimpun disalurkan untuk mendukung Bali Children Foundation serta organisasi Solar Chapter guna pengadaan akses air bersih dan listrik bagi masyarakat terisolir di Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Kegiatan ini harapannya bisa memberikan charity kepada Bali Children Foundation. Kami juga memberikan kesempatan kepada Solar Chapter untuk membantu rekan-rekan kita yang ada di NTT,” jelas Franklyn.

Dukungan penuh juga mengalir dari pengelola lokasi acara. Direktur Operasional GWK Cultural Park, Ch. Rossie Andriani, menyatakan komitmennya dalam menyediakan wadah bagi kegiatan yang memadukan budaya, olahraga, dan filantropi.

“GWK Cultural Park dengan bangga menjadi tuan rumah Road To Give untuk kedua kalinya. Kami sangat mendukung kegiatan olahraga, aktivitas wellness, dan peningkatan kualitas hidup. Salah satu misi kami adalah bagaimana meningkatkan kualitas hidup, sehingga kami selalu mendukung kegiatan yang berkaitan dengan kesehatan,” tutur Ch. Rossie Andriani.

Dari aspek keselamatan medis, pihak penyelenggara mengandalkan kemitraan strategis bersama RS Ngoerah. Tim medis dipastikan bersiap merespons cepat setiap potensi cedera peserta sepanjang acara berlangsung.

“Tahun 2026 ini menjadi tahun perdana RS Ngoerah bekerja sama mendukung Road To Give dengan menyiagakan lima ambulans beserta mini MCU dan sekitar 10 tenaga kesehatan. Jika ada peserta yang mengalami cedera serius, tim kami akan secara sigap membawa peserta ke rumah sakit terdekat,” pungkas Dokter Konsulen Panggul dan Lutut RS Ngoerah, dr. Gusti Ngurah Putra Stanu, Sp.O.T.Subsp.PL(K). (M-001)

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top