DENPASAR – Fajar Bali
Dua warga negara Thailand, Mayuree Prasomtong (39) dan Nontiya Janpech (23), dituntut masing-masing delapan tahun penjara dan denda Rp100 juta dalam perkara penyelundupan narkotika jenis hasis ke Bali.
Tuntutan tersebut dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Febrina Irlanda, S.H., dalam persidangan di Pengadilan Negeri Denpasar. Kedua terdakwa didakwa membawa hasis dengan berat bersih 308,25 gram yang disembunyikan di dalam pakaian dan popok (pampers) saat melakukan perjalanan dari Thailand menuju Bali.
“Memohon kepada majelis hakim yang menyidangkan perkara ini untuk menghukum terdakwa dengan pidana masing-masing 8 tahun penjara dan denda Rp100 juta,” ujar JPU Febrina Irlanda saat membacakan tuntutannya.
Lebih lanjut, JPU menjelaskan mengenai ketentuan pidana denda tersebut. “Apabila denda tidak dibayar, maka harta kekayaan atau pendapatan terdakwa disita dan dilelang oleh Jaksa untuk melunasi pidana denda. Jika penyitaan dan pelelangan tidak mencukupi atau tidak memungkinkan, pidana denda tersebut diganti dengan pidana penjara masing-masing selama 60 hari,” jelas JPU Febrina.
Atas tuntutan tersebut, kedua terdakwa diberi kesempatan oleh majelis hakim untuk mengajukan pembelaan (pledoi) pada persidangan pekan depan.
Sebagaimana terungkap dalam dakwaan, perkara ini bermula pada Selasa, 10 Maret 2026 sekitar pukul 11.15 Wita. Saat itu, pesawat Thai AirAsia penerbangan FD398F dari Don Mueang, Thailand, mendarat di Terminal Kedatangan Internasional Bandara I Gusti Ngurah Rai, Badung.










