DENPASAR – fajarbali.com | Maestro fotografi Indonesia, Darwis Triadi, membawa karya dan pengalamannya selama hampir lima dekade ke Bali melalui pameran A Portrait of Human Art di Sudakara ArtSpace, Sudamala Resort Sanur.
Pameran sekaligus workshop fotografi tersebut berlangsung mulai 3 September hingga 3 Oktober 2026 dan terbuka untuk umum.
Pameran ini menjadi ruang bagi Darwis untuk memperlihatkan bagaimana fotografi tidak sekadar menangkap wajah seseorang melalui lensa kamera. Lebih dari itu, sebuah potret dapat merekam karakter, emosi, perjalanan hidup, hingga cerita yang terkadang sulit diungkapkan melalui kata-kata.
Darwis Triadi mengawali karier fotografi secara otodidak pada 1979. Selama 47 tahun berkarya, ia menghasilkan beragam karya yang memperlihatkan kekuatan fotografi dalam menangkap sisi manusia.
Melalui A Portrait of Human Art, Darwis mengajak masyarakat menikmati karya visual yang mengeksplorasi sosok manusia, keunikan, emosi, serta keindahan yang muncul dari berbagai sisi kehidupan.
Puluhan tahun bergelut di dunia fotografi juga membuat Darwis melihat perubahan besar dalam industri, salah satunya akibat perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Meski teknologi semakin berkembang, Darwis menilai ada unsur dalam fotografi yang tetap tidak dapat digantikan oleh teknologi, yakni energi dan hubungan antarmanusia yang terbangun selama proses pemotretan.
“Memotret, membuat potret itu tidak akan bisa dikalahkan dengan teknologi, baik AI, karena tidak ada energi,” ungkap Darwis.










