Rektor Lantunkan “Swadharmaning Sisya”: Pesan Menohok untuk Maba UPMI Bali 

IMG-20260905-WA0009
Rektor Prof. Dr. Drs. I Made Suarta, SH., M.Hum., berduet dengan penyanyi profesional yang juga alumni UPMI Bali, Gek Is, menyayikan "Swadharmaning Sisya" di Panggung Amphitheater Living World, Denpasar, Jumat (4/9/2026). foto: IGA Adnyana.

*Lagu Swadharmaning Sisya menyiratkan pesan mendalam tentang tugas suci seorang pelajar. Liriknya kaya akan nilai pendidikan karakter dan kearifan lokal. 

DENPASAR-fajarbali.com | Ratusan mahasiswa baru (maba), Universitas PGRI Mahadewa Indonesia atau UPMI Bali mendapatkan motivasi lewat lantunan lagu persembahan sang Rektor Prof. Dr. Drs. I Made Suarta, SH., M.Hum. 

Suara merdu Prof. Suarta featuring Gung Is, dari panggung Amphiteater, Living World, Denpasar, sejanak membelah suasana. Para maba tampak meresapi makna lirik-lirik mendalam dari lagi "Swadharmaning Sisya" itu. 

Bahkan, maba yang berasal dari luar Bali, sesekali menyolek teman asli Bali untuk menanyakan arti dari lirik tersebut. Ada juga yang berpendapat, bahwa menyampaikan nasihat lewat lagu justru lebih efektif, seperti cara Rhoma Irama berdakwah lewat nada. 

Momen tersebut merupakan bagian dari Pembukaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) UPMI Bali 2026 sekalian Malam Kreativitas Kampus, Jumat (4/9), malam. 

Swadharmaning Sisya" adalah lagu pop Bali legendaris yang dipopulerkan Prof. Suarta. Lagu ini sangat terkenal di lingkungan persekolahan dan akademis di Bali karena memuat pesan moral yang mendalam tentang dunia pendidikan. 

"Lirik demi liriknya mengandung makna mendalam tentang kewajiban seorang pelajar. Bagai adik-adik dari luar Bali yang belum paham maknanya, nanti saya akan jelaskan," ungkap Prof. Suarta. 

Sekilas, ia menjelaskan, Swadharma artinya Kewajiban utama atau tugas suci hidup seseorang sedangkan Sisya berarti murid, siswa, atau pelajar. 

Makna dan nilai karakter lagu "Swadharmaning Sisya" sering diangkat dalam penelitian ilmiah karena kaya akan nilai pendidikan karakter dan kearifan lokal. 

Lagu ini mengandung ajakan bagi para yowana (generasi muda) dan pelajar untuk fokus menuntut ilmu demi masa depan yang cerah. Rasa bakti (Catur Guru) menekankan pentingnya menghormati guru atau dosen di sekolah/kampus. 

BACA JUGA:  Pecah Telur, UPMI Punya Guru Besar Tetap

Para pendidik yang telah mengajarkan ilmu tanpa pamrih, serta orang tua di rumah wajib dihormati. Lirik lagu ini juga mengajak para pelajar menjauhi perilaku negatif dan fokus membentuk moral serta etika yang baik selama masa pendidikan.

Kepada para mahasiswa baru, dirinya berpesan agar tidak menyia-nyiakan waktu. Kampus, menurutnya, adalah tempat menempa diri, bukan tempat bermalas-malasan. 

Lebih lanjut ia mengingatkan mahasiswa baru yang berasal dari berbagai latar belakang dan daerah itu, merupakan bagian dari Indonesia Emas 2045. Sehingga, jika salah dalam memanfaatkan kesempatan, hanya penyesalan yang didapatkan. 

UPMI Bali, lanjut rektor, merupakan kampus yang ramah prestasi, apalagi di bidang olah raga. Karenanya, seluruh mahasiswa mempunyai kesempatan yang sama untuk menunjukkan prestasi hingga ke ajang internasional. 

"Jangan pernah takut gagal. Gagal itu soal biasa. Yang penting adik-adik tidak berhenti mencoba. Ingat, waktu ibarat air mengalir. Ia tidak bisa kembali. Saya mohon aktif di unit kegiatan mahasiswa. Itu sangat bermanfaat bagi kalian," kata dia. 

"Masa depan tidak diwariskan, tapi diperjuangkan. Dan, perjuangan itu dimulai hari ini," pungkas Prof. Suarta. [gde]

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top