“Jumlah peserta yang cukup banyak dan ini tersaring. Kami menyampaikan apresiasi yang luar biasa atas antusiasme dari para calon wartawan di Provinsi Bali ini dari berbagai macam media yang sangat bersemangat untuk mengikuti OKK ini,” terang Winata.
Untuk mengukur pemahaman peserta, panitia memberikan pre-test dan post-test yang masing-masing terdiri dari 50 soal. Hasil evaluasi menjadi salah satu pertimbangan kelulusan peserta.
Sementara itu, Ketua PWI Bali I Wayan Dira Arsana menyebut OKK sekaligus menjadi bagian dari regenerasi organisasi. Menurutnya, wartawan saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks, mulai dari persoalan hukum, somasi, tekanan ekonomi hingga risiko saat menjalankan tugas di lapangan.
“Untuk itu, mentalitas seorang jurnalis, seorang wartawan haruslah kuat,” kata Dira.
Dira menambahkan PWI Bali terus melakukan penguatan organisasi, termasuk pendataan wartawan dan penyiapan seragam anggota. Ia juga menyampaikan kartu OKK menjadi salah satu persyaratan dalam perpanjangan kartu anggota PWI berdasarkan addendum peraturan PWI Pusat.
Di tengah derasnya arus informasi media sosial dan konten kreator, Dira menegaskan pers tetap harus mengutamakan akurasi dan keberimbangan.“Pers tidak boleh kalah dalam hal menyajikan akurasi berita, mencerahkan publik dengan akurasi dan keberimbangan,” tegasnya.
Melalui OKK, PWI Bali berharap lahir wartawan yang tidak hanya memiliki keterampilan jurnalistik, tetapi juga memahami etika, hukum pers dan tanggung jawab profesi kepada masyarakat










