Bahkan dirinya menghimbau kepada warga masyarakat agar terus melakukan koordinasi ke desa sehingga permasalahan yang terjadi seperti babi mati yang terjadi nantinya akan melakukan koordinasi ke dinas terkait.
“Kami sangat berharap kepada warga masyarakat bila terjadi permasalahan nantinya bisa melakukan upaya koordinasi ke desa sehingga pihak desa segera melakukan koordinasi ke dinas terkat untuk melakukan antisifasi baik pencegahan atau yang lainnya,”lanjutnya.
Menurut Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan Buleleng Gede Melandrat saat dikonfirmasi terpisah pihaknya mengakui baru menerima laporan dari timnya yang ada dilapangan. Bahkan dengan adanya peristiwa tersebut, Melandrat mengakui akan segera menurunkan tim hingga dokter hewan guna melakukan pengecekan apakan penyebab kematin babi warga merupakan karena kasus African Swine Fever (ASF) atau bukan.
“Ia kami juga baru menerima laporan dari tim di lapangan bahwa ada kejadian banyak hewan babi milik warga yang mati mendadak. Rencananya hari ini atau besok kami akan turunkan tim hingga dokter hewan guna melakukan pengecekan apakah hal itu akibat kasus African Swine Fever (ASF) atau bukan,”akunya.
Selain menurunkan tim untuk melakukan pengecakan dirinya juga akan segera melakukan penyemprotan Biocroty kesemua kendang babi warga sehingga virus yang menyebabkan kematian babi warga tidak menyebar.
“Kita juga nantinya akan menurunkan tim guna melakukan penyemprotan Biocroty keseluruh kendang babi warga sehingga bakteris atau virus yang membuat mati babi warga tidak menyebar,”lanjutnya.










