WRI Indonesia menepis anggapan bahwa kucuran subsidi untuk Trans Metro Dewata merupakan pemborosan anggaran. Data menunjukkan bahwa efektivitas biaya per penumpang TMD terus membaik, mencapai Rp30.558 per pelanggan pada tahun 2026—pencapaian yang jauh lebih cepat dibandingkan Trans Semarang yang membutuhkan waktu 17 tahun operasional.
Bahkan, studi dampak ekonomi menunjukkan bahwa setiap Rp1 rupiah subsidi yang dikeluarkan pemerintah untuk TMD mampu memicu Rp1,88 aktivitas ekonomi di Bali. Total realisasi subsidi sebesar Rp73,8 miliar terbukti menggerakkan perputaran ekonomi daerah hingga Rp138,9 miliar.
Selain itu, angka penumpang pada pertengahan tahun 2026 telah menyamai total penumpang sepanjang tahun 2025, menandakan tren minat masyarakat yang terus meningkat.
Sektor transportasi juga menyumbang hingga 41% emisi GRK di Bali dan memicu penurunan kualitas udara yang dikeluhkan oleh 50,5% warga perkotaan. [gde]









