Sementara itu, Rektor Unwar, Prof. Dr. Ir. I Gde Suranaya Pandit, MP, menekankan bahwa perayaan Hari Saraswati bukan sekadar ritual keagamaan, tetapi juga momentum strategis untuk memperkuat identitas kampus.
Ia menyebut, Hari Saraswati merupakan simbol turunnya ilmu pengetahuan yang tidak terbatas dan harus dihormati serta dimanfaatkan oleh seluruh civitas akademika tanpa terkecuali.
“Ini adalah momentum yang sangat baik bagi seluruh civitas akademika untuk terus menghargai dan mengembangkan ilmu pengetahuan serta teknologi yang berkembang sangat cepat. Kami berharap perayaan ini dapat membawa Warmadewa menuju visinya sebagai perguruan tinggi bermutu, berwawasan ekowisata, dan berdaya saing global pada tahun 2034,” tegasnya.
Hal senada disampaikan Ketua Yayasan Shri Kesari Warmadewa, Prof. Dr. Drs. Anak Agung Gede Oka Wisnumurti, M.Si. Ia menekankan bahwa Hari Saraswati harus dimaknai lebih dalam sebagai hari pencerahan dan pemberdayaan melalui ilmu pengetahuan.
“Saraswati bukan sekadar seremonial. Ini adalah momentum untuk memuliakan pengetahuan sebagai sumber solusi dalam kehidupan. Dengan menjadikan ilmu pengetahuan sebagai pegangan hidup, kita mampu menjawab berbagai tantangan dunia,” ungkapnya.
Ia juga mengajak seluruh civitas akademika untuk terus mengasah kemampuan intelektual serta menjadikan kecerdasan sebagai fondasi dalam membangun masa depan.
Pelaksanaan piodalan berlangsung khidmat dan meriah, diiringi lantunan doa, tabuhan gamelan, serta tarian sakral rejang sari. Suasana spiritual yang harmonis semakin terasa dengan keikutsertaan mahasiswa asing yang turut larut dalam prosesi upacara.










