Pemberdayaan Kader Posyandu sebagai Upaya Meningkatkan Pemeliharaan Krsehatan Gigi dan Mulut pada Ibu Balita di Desa Gerih, Abiansemal 2026

IMG-20260719-WA0024
Pengabdian Kepada Masyarakat Terprogram JKG Poltekkes Kemenkes Denpasar di Desa Gerih, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, pada Juni 2026. 

MANGUPURA-fajarbali.com | Tim Pengabdian kepada Masyarakat (Pengabmas) dari Jurusan Kesehatan Gigi (JKG) Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kemenkes Denpasar, melanjutkan program pengabmas tentang kesehatan gigi dan mulut tahun 2026 yang sebelumnya dilakukan dua tahun 2024.

Pengabdian Kepada Masyarakat Terprogram JKG ini, berlangsung di Desa Gerih, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, pada Juni 2026. Lokasi kegiatan masuk Wilayah Kerja Puskesmas Abiansemal I.

Ketua Tim Pengabdi Ni Nyoman Dewi Supariani, S.Si.T,M.Kes, didampingi anggota Ni Made Sirat, S.Si.T,M.Kes., menjelaskan, kegiatan yang berlangsung di Wantilan Desa Gerih ini bertujuan melatih ibu balita dalam pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut pada balita.

"Seiring hasil evaluasi, ternyata kasus karies gigi masih cukup tinggi di sini. Sehingga kami melanjutkan program dengan memberdayakan Kader Posyandu sebagai upaya meningkatkan pengetahuan tetang esehatan gigi dan mulut pada ibu dan balita di desa sasaran," kata Dewi.

Setelah mendapatkan edukasi, para ibu balita diharapkan mampu melakukan pemeliharaan Kesehatan gigi dan mulut kepada balitanya di rumah masing-masing.

Dewi menjelaskan, berdasarkan analisis situasi tingginya persentase karies gigi pada balita, disebabkan ibu balita belum pernah mendapatkan penyuluhan pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut, terutama cara membersihkan gigi dengan baik dan benar dari tenaga kesehatan dan tidak adanya kegiatan pemeriksaan gigi pada anak balita diposyandu.

Analisis situasi diantara; kurangnya pengetahuan ibu balita ita tentang pemeliharan kesehatan gigi dan mulut;
kurangnya keterampilan ibu balita dalam menyikat gigi yang benar, tingginya angka karies gigi (45 %) pada balita serta kebersihan gigi dan mulut balita dengan kriteria kurang.

Menurutnya, selain memberikan tambahan pengetahuan tentang pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut, program ini memperkaya pendekatan pencegahan stunting yang komperhensip, yang meliputi berbagai aspek kesehatan, termasuk kesehatan gigi dan mulut.

BACA JUGA:  Dukung Vaksinasi Siswa, SMK PGRI 6 Denpasar Inginkan Belajar Tatap Muka

Pendekatan yang holistik ini dapat menjadi model atau referensi teoritis untuk pengembangan metode pencegahan stunting.

"Program ini dapat mencegah gigi berlubang pada anak balita. Jika dilihat manfaat praktis juga berfungsi memberikan edukasi tentang pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut pada ibu balita. Ibu balita dapat mempraktikkan secara langsung kepada balitanya dirumah maupun keluarganya, cara pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut," ujarnya.

Pihaknya pun menyodorkan solusi penyuluhan (pembinaan dan pendampingan) yang dilakukan dengan strategi kronologis atau bertahap. Dengan memperkuat peran kader posyandu. Para peserta diajarkan ilmu teeori dan praktik langsung sehingga diharapkan melekat dalam ingatannya.

Sebelum kegiatan, Tim Pengabmas memberikan pretres. Kemudian ditambah post tes setelah kegiatan. Hal ini untuk menguji pengetahuan dan keterampilan ibu balita sebagai mitra pengabmas.

Dewi menjelaskan, post tes menunjukkan hasil signifikan. Ini mengindikasikan bahwa pengetahuan mitra meningkat. Ia pun mengingatkan bahwa kesehatan gigi dan mulut adalah hal yang sangat penting

"Jika gigi dan mulut tidak sehat, akan menggangu kes organ lain. Selain itu, gigi yang sehat membuat senyum anak lebih percaya diri. Mereka adalah anak-anak yang dipersiapkan menuju Indonesia Emas," jelasnya.

Pimpinan pemerintahan Desa Gerih sangat mengapresiasi kegiatan ini. Dan diharapkan kerja sama dengan Poltekkes Kemenkes Denpasar terjalin berkesinambungan karena pihak desa membutuhkan sentuhan akademisi guna mengatasi persoalan-persoalan kesehatan di masyarakat. [rel]

 

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top