BULELENG-fajarbali.com | Upacara ngenteh linggih Agung yang dilaksanakan di Pura Agung Kayuputih yang ada di Desa Adat Kayuputih, Kecamatan Banjar yang akan dilaksanakan pada Waraspati Umanis Pahang, Kamis (23/7/2026) mendatang menggunakan sebanyak ratusan hewan yang menjadi korban suci.
Hewan yang akan digunakan menjadi korban suci seperti kerbau delapan ekor, kambing enam ekor hingga hewan lindung seperti penyu, kidang, manjangan dan luak yang ikut menjadi korban suci.
Menurut koordinator seksi upacara Ida Bagus Damana mengakui dalam korban suci yang dilakukan dalam upacara ngenteg linggih Agung itu dipercaya memberikan kedudukan terhadap hewan guna meningkatkan status penjelmaan dikehidupan yang mendatang.
“Dalam pelaksanaan upacara suci ngenteh linggih Agung yang baru bisa dilaksanakan setelah empat ratus tahun. Dimana dalam upacara ngenteg linggih dan taur agung merupakan suatu upacara guna meningkatkan kesucian Pura Agung Kayuputih serta memantapkan tentang sebagai stana Ida Sanghyang Widhi dengan segala manifestasinya, Dewata Dewati bestana disemua pelinggih yang ada di Pura Kayuputih,”tutur Damana saat diwawancarai dalam pelaksanaan upacara Mapepade serangkaian ngenteg linggih, Sabtu (18/7/2026) pagi.
Dikonfirmasi setiap berapa tahun pelaksanaan upacara ngenteg linggih dan tawur agung ini? Menurut Damana setelah ngenteg linggih yang baru bisa dilaksanakan selama 400 tahun ini nantinya akan dilaksanakan mupuk pedagingan yang dilaksanakan setiap 30 tahun sekali guna menambah enerji dan kesucian dari pada pura tersebut.
“Kegiatan ini baru bisa dilaksanakan setelah empat ratus tahun. Nantinya setelah melaksanakan kegiatan ngenteglinggih dan tawur agung ini setiap 30 tahun akan dilaksanakan memupuk pedagingan guna menambah enerji serta menjaga kesucian dari pura tersebut,”tambahnya.
Dilain sisi menurut Ketua Panitia Upacara Ngenteg Linggih dan tawur Agung Ida Bagus Komang Ukir mengakui dalam pelaksanaan Ngenteg Linggih dan Tawuragung ini merupakan bersumber dari dana punia seluruh semeton catur Brahmana yang ada di seluruh Bali.
“Dari kegiatan ngentehlinggih hingga Tawur Agung ini merupakan dana punia dari seluruh semeton Barahmana yang ada di seluruh Bali,”jelas Ukir.
Terkait dengan dana yang dihabiskan dalam pelaksanaan upacara Ngenteg Linggih dan Tawur Agung ini mencapai dua milyar lebih yang diterima seperti aturan banten dan yang lainnya serta banyak juga semeton ngaturang dana punia sehingga pelaksanaan Ngenteg Linggih dan Tawur Agung bisa dilaksankanan.
“Semuanya bersumber dari semeton yang memberikan aturan serta tidak sedikit ngaturang danapunia sehingga pelaksanaan ngenteg linggih serta tawur agung bisa terlaksana setelah dilakukan pemugaran semua pelinggih ditahun 2025 hingga 2026,”lanjutnya.
Untuk diketahui pelaksanaan rangkaian Upacara Ngenteg Linggih telah berjalan dari tanggal 25 Desember 2025 lalu dengan rangkaian pakeling dan piodalan, kemudian dilakukan negem pada Selasa (14/7/2026) kemarin, kemudian dilaksanakan upacara Mapepade yang dilaksanakan Jumat (16/7/2026) hingga seterusnya pelaksanaan upacara tawur Agung pada Senin (20/7/2026). Pelaksanaan melasti hingga ngaturang pekelem di Pantau Banjar akan dilaksanakan tanggal Selasa (21/7/2026) hingga upacara puncak ngenteg linggih yang akan dilaksanakan Rabu (23/7/2026) mendatang hingga beberapa lagi rangkaian ngenteg linggih hingga berakhir, Minggu (2/8/2026) dengan upacara Rsi Bhojana. @gus









