PDTDI Gelar PIT 2026 di Bali, Dorong Inovasi dan Standarisasi Layanan Darah Nasional

PIT-PDTDI-2026-di-Bali-Dorong-inovasi-dan-standarisasi-pelayanan-darah-Indonesia
PIT PDTDI 2026 di Bali: Dorong inovasi dan standarisasi pelayanan darah Indonesia.

Ragam topik strategis dikupas tuntas dalam simposium, meliputi tata kelola penyimpanan produk darah, aspek hukum dan etika medis, regulasi pelayanan, kolaborasi antarfasilitas kesehatan, hingga riset klinis. Pembahasan mengenai pemanfaatan Platelet Rich Plasma (PRP) dan Platelet Rich Fibrin (PRF) juga menjadi sorotan utama, khususnya dari sisi persiapan, evaluasi, hingga kontrol kualitas.

Sektor rekrutmen dan seleksi pendonor turut mendapat perhatian mendalam sebagai fondasi keamanan pasokan darah. Para pakar mendiskusikan strategi pengelolaan donor darah langka secara individual serta tata kelola donor plasma yang aman, teratur, dan berkelanjutan demi menjaga pasokan bahan baku medis nasional.

Guna mendorong iklim riset di tanah air, panitia menyediakan wadah kompetisi ilmiah melalui pameran poster dan presentasi oral bagi para dokter, teknisi pelayanan darah, serta analis kesehatan. Sebanyak 37 makalah penelitian dipresentasikan tahun ini, meningkat drastis dibandingkan penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya.

Sebagai penutup rangkaian hari kedua, digelar symposium dinner yang memadukan sajian pengetahuan, kebersamaan, dan hiburan dari penyanyi Angie Carvalho. Kombinasi sajian ilmu, kebersamaan, serta seni ini ditujukan untuk mempererat tali silaturahmi antar-pemangku kepentingan pelayanan darah di seluruh Indonesia.

"Di balik acara ini ada puluhan tangan yang bekerja. Segenap panitia mengucapkan terima kasih banyak kepada semua pihak yang telah mendukung. Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya jika ada hal-hal yang kurang berkenan, semoga tidak pernah mengurangi semangat kita dalam melayani dan belajar. Semoga kegiatan ini membawa komitmen baru untuk membentuk masa depan pelayanan darah di Indonesia yang lebih baik. Setetes Darah, Sejuta Harapan. Setetes Ilmu, Sejuta Perubahan," tutup dr. Kadek Mulyantari. (M-001)

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top