PDTDI Gelar PIT 2026 di Bali, Dorong Inovasi dan Standarisasi Layanan Darah Nasional

PIT-PDTDI-2026-di-Bali-Dorong-inovasi-dan-standarisasi-pelayanan-darah-Indonesia
PIT PDTDI 2026 di Bali: Dorong inovasi dan standarisasi pelayanan darah Indonesia.

Rangkaian kegiatan diawali pada Selasa, 1 September 2026, melalui aksi sosial pengabdian masyarakat di SLB Negeri 1 Badung. Momen ini menjadi bentuk kepedulian nyata para dokter dan tenaga kesehatan terhadap masyarakat berkebutuhan khusus, meski jumlah peserta harus dibatasi sebanyak 50 orang demi menjaga efektivitas serta kenyamanan di lokasi.

Pada hari yang sama, PIT PDTDI 2026 membuka pameran alat kesehatan yang diikuti 24 mitra kerja sama, disusul dengan tiga sesi workshop (WS) ilmiah yang diikuti 300 peserta. Rangkaian hari pertama ditutup dengan agenda organisasi penting, yakni pelantikan Pengurus PDTDI Cabang Bali yang kini resmi dipimpin oleh Dr. Ni Putu Chandra Indriasari.

Materi workshop berfokus pada penguatan kapasitas teknis dan manajemen medis. para peserta mendalami strategi pemilihan blood bag guna menjamin keamanan dan kualitas darah, standarisasi pemeriksaan Infeksi Menular Lewat Transfusi Darah (IMLTD), serta optimalisasi penyediaan komponen plasma dan platelet memanfaatkan teknologi apheresis.

Agenda ilmiah berlanjut pada 2–3 September 2026 melalui sesi simposium berbobot yang mendatangkan 315 peserta dari seluruh Indonesia. Antusiasme peserta yang melampaui target awal sebanyak 300 orang ini membuktikan tingginya kebutuhan tenaga medis untuk terus memperbarui pengetahuan di bidang kedokteran transfusi.

"Jumlah peserta terpaksa harus dibatasi karena fasilitas tidak mendukung jika diterima berlebihan. Dengan harapan kegiatan ini tetap berkualitas meskipun kuantitas harus dibatasi. Kami berharap seluruh rangkaian tersebut dapat menjadi sarana bagi seluruh peserta untuk saling bertukar pengalaman, memperkuat jejaring, serta membuka peluang kerja sama di antara para dokter transfusi darah, fasilitas pelayanan kesehatan, pemerintah, institusi pendidikan, industri, dan seluruh pemangku kepentingan," jelas dr. Kadek Mulyantari.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top