Olah Kopi, Wardana Mampu Bikin Rasa Robusta

WhatsApp Image 2025-08-28 at 10.49.41_ee8c171b
Pengolahan kopi

BULELENG-fajarbali.com | Dari sebuah desa di dataran tinggi Buleleng, lahirlah inovasi kopi yang tidak biasa. Wayan Wardana (58), seorang penggiat kopi dari Desa Sepang, Kecamatan Busungbiu memperkenalkan Segiri Kopi hasil eksperimen fermentasi yang perlahan mengubah wajah robusta dan menantang stigma lama yang melekat padanya.

Kopi sejatinya bukan hal baru bagi masyarakat Buleleng. Sejak abad ke-19, wilayah ini dikenal sebagai salah satu penghasil kopi penting di Bali. Perkebunan robusta tumbuh subur di desa-desa dataran tinggi seperti Sepang, Gitgit, hingga Wanagiri. Namun dalam perjalanan sejarahnya, robusta kerap dipandang sebelah mata.

Rasa pahit yang pekat membuatnya kalah pamor dibanding arabika dari Kintamani yang lebih asam, segar, dan diminati pasar internasional. Padahal bagi masyarakat desa, robusta adalah teman setia di ladang, penghangat tubuh di pagi buta, sekaligus sumber penghidupan yang tak tergantikan.

Ditemui dikediamannya, Kamis (28/8/2025) Wardana menjelaskan bahwa Ia ingin menunjukkan bahwa robusta tidak semestinya terjebak dalam stigma sebagai ‘kopi kelas dua’. Maka ia mulai bereksperimen, mencari cara agar biji robusta Sepang bisa menampilkan sisi lain yang lebih halus, lebih kompleks, tanpa kehilangan identitasnya.

Dari perjalanan itu lahirlah Segiri Kopi, sebuah nama yang menggabungkan Sepang dan Wanagiri—dua daerah dengan karakter kopi berbeda. Sepang yang pahit berpadu filosofi dengan Wanagiri yang asam, menghadirkan secangkir cita rasa baru yang berusaha menjembatani robusta dan arabika.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top