Ngurah Ambara Harap Bali Dipilih Jadi Lokasi PFII, Demi Katrol Kualitas Pariwisata

IMG-20261011-WA0004
Gede Ngurah Ambara Putra. [foto: gde/ist]

DENPASAR-fajarbali.com | Rencana mengenai pembentukan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) terus menggelinding. Jakarta dan Bali 'bersaing' menjadi kandidat lokasi PFII. 

Tokoh masyarakat Bali sekaligus praktisi Ekonomi dan budaya, Gede Ngurah Ambara Putra, mendesak pemerintah pusat agar menetapkan Bali sebagai episentrum PFII. Ngurah Ambara meminta masyarakat Bali untuk membuang keraguan dan bersatu mengawal inisiatif strategis ini.

Meski ia menyadari bahwa sebagian masyarakat Bali masih skeptis dan trauma terhadap mega-proyek investasi. 

Menurutnya, gagasan PFII ini adalah inisiatif langsung dari Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan untuk melindungi Bali dari eksploitasi pariwisata murahan.

"Masyarakat Bali jangan lagi ragu-ragu. Inisiatif PFII ini langsung dari Bapak Presiden Prabowo. Ini menunjukkan perhatian beliau yang sangat besar terhadap masa depan Krama Bali," ungkap Ngurah Ambara, di Denpasar, Minggu (11/10/2026).

"Beliau [Presiden-red], tidak ingin Bali terus-menerus memikul beban tata ruang dan infrastruktur hanya untuk melayani pariwisata yang tidak berkualitas. Ini adalah wujud keberpihakan Presiden untuk mengangkat derajat ekonomi kita ke level global," imbuh dia. 

Ia melanjutkan pandangan, bahwa keraguan krama Bali saat ini harus dijawab dengan melihat realitas jalanan. Selama ini Bali memikul beban tata ruang, sawah habis dibangun kos-kosan, dan kemacetan merajalela, namun kualitas wisatawan mancanegara justru makin menurun.

"Hari ini Bali dibanjiri turis low-budget yang ikut antre beli mi instan dan nawar sayur cantok di warung banjar. Mereka memakai jalan raya kita, menikmati subsidi kita, tapi minim menyumbang Pajak Hotel dan Restoran (PB1) ke kas daerah. Ini tidak bisa dibiarkan," paparnya.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top