Kementerian Kesehatan juga berencana mengembangkan sistem Migrant Center yang lebih terintegrasi dan terpusat sehingga data lulusan serta kebutuhan tenaga kesehatan di luar negeri dapat dikelola secara lebih baik.
"Kami hanya punya satu Migrant Center nanti yang akan berpusat di Jakarta. Tidak semua Poltekkes punya center-center sendiri agar kita pusatkan dan kita tahu database-nya," ungkap Yuli.
Menurut dia, sistem tersebut nantinya akan dikoneksikan dengan data KP2MI sehingga pemerintah dapat mengetahui kebutuhan tenaga kerja kesehatan di masing-masing negara sekaligus menyelaraskan target penyiapan tenaga kesehatan.Yuli pun berharap kerja sama yang telah dibangun melalui MoU antara Kementerian Kesehatan dan KP2MI serta PKS di masing-masing Poltekkes dapat berjalan secara simultan. [kp2mi/hms]









