Melalui Migrant Center, Poltekkes Kemenkes Denpasar Siap Distribusikan Nakes ke Pasar Global, Didukung Menteri P2MI RI

IMG-20261005-WA0077
Menteri P2MI Mukhtarudin bersama jajaran Kementerian Kesehatan dan Poltekkes Kemenkes Denpasar dalam kunjungan kerja, Jumat (2/10/2026). foto: fb/ist.

Menurut dia, Jepang menjadi salah satu negara dengan penyerapan lulusan Poltekkes yang cukup besar, terutama untuk tenaga caregiver atau kaigo. Namun, Yuli berharap lulusan D3 dan D4 bidang kesehatan dapat diarahkan untuk mengisi posisi sebagai tenaga perawat (nurse) sesuai kualifikasi pendidikannya.

"Kami berharap anak-anak kami jangan terlalu banyak yang ke kaigo. Kalau kaigo, sebenarnya cukup lulusan SMA atau SMK. Tetapi kalau D3, D4, kami berharap masuknya adalah ke nurse," ujar Yuli.

Ia menilai jalur tersebut dapat memberikan peluang pengembangan karier yang lebih sesuai dengan jenjang pendidikan dan kompetensi lulusan Poltekkes. Yuli juga menekankan pentingnya penguatan pelindungan dan pembekalan bagi tenaga kesehatan sebelum mereka bekerja di negara tujuan.

Menurutnya, selain kemampuan bahasa, calon tenaga kesehatan juga perlu memahami budaya dan lingkungan kerja di negara tujuan. Literasi keuangan juga dinilai penting agar pekerja migran mampu mengelola pendapatan selama bekerja di luar negeri.

"Kita ingin mereka mendapatkan ilmu terlebih dahulu bagaimana kehidupan di sana, karena tidak hanya bahasa, mereka juga harus tahu budaya di sana seperti apa," katanya.Ia menyebut pembekalan tersebut mulai diterapkan di lingkungan Poltekkes untuk meminimalkan persoalan yang dapat terjadi ketika lulusan bekerja di luar negeri.

Di Denpasar, kata Yuli, Bali Overseas Nursing Center (BONC) juga terus dikembangkan menjadi Global Career Center sebagai bagian dari penguatan persiapan karier lulusan untuk pasar kerja internasional.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top