BULELENG-fajarbali.com | Pemerintah Kabupaten Buleleng mendorong percepatan penyusunan lima Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) strategis melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) I RDTR dan Konsultasi Publik I Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) Kabupaten Buleleng Tahun 2026, yang berlangsung di Hotel Azana, Kecamatan Seririt, Senin (5/10/2026).
Kegiatan dibuka oleh Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna, dimana dalam pembukaan itu Supriatna menuturkan bahwa bantuan teknis penyusunan RDTR dari Kementerian ATR/BPN sangat penting untuk mempercepat penyediaan dokumen tata ruang sebagai pedoman pemanfaatan ruang, sekaligus memberikan kepastian bagi masyarakat dan pelaku usaha dalam mendukung kemudahan investasi dan pembangunan daerah.
Lima wilayah yang menjadi fokus penyusunan RDTR tersebut meliputi Kawasan Perkotaan Tejakula, Kubutambahan, Sawan, Banjar, dan Seririt. Wabup menekankan bahwa setiap wilayah memiliki karakteristik, potensi, permasalahan, dan kebutuhan pengembangan yang berbeda, sehingga diperlukan masukan dari seluruh pemangku kepentingan.
“Keterlibatan pemerintah kecamatan, desa, perangkat daerah, pemerintah provinsi, pemerintah pusat, serta masyarakat diharapkan dapat memberikan gambaran yang utuh mengenai kondisi wilayah sehingga substansi RDTR yang disusun benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan arah pembangunan Kabupaten Buleleng kedepan,”tutur Supriatna.
Sementara itu, Kepala Dinas PUTR Kabupaten Buleleng Putu Adipta Eka Putra menjelaskan bahwa kelima wilayah tersebut dipilih karena memiliki posisi strategis dalam pengembangan wilayah Buleleng.









