Kebijakan pendidikan yang konsisten dan terarah sangat penting untuk menciptakan sistem pendidikan yang kuat dan berkelanjutan. Pemerintah perlu melakukan evaluasi mendalam sebelum menerapkan kebijakan baru dan memastikan bahwa semua pemangku kepentingan mendapatkan informasi dan pelatihan yang memadai. Dengan demikian, pendidikan di Indonesia dapat berkembang dengan lebih baik dan memberikan dampak positif bagi seluruh generasi penerus bangsa.
Namun, mari kita berhenti sejenak dan mempertanyakan apakah kita sebenarnya sedang mengikuti jejak yang benar atau hanya berjalan di tempat sambil berputar-putar. Dengan kebijakan yang sering berubah seperti ini, mungkin kita hanya sedang melakukan "dance macabre" pendidikan: berputar-putar dengan penuh semangat, tetapi akhirnya kembali ke tempat yang sama. Jika kita terus menerus berusaha mencari 'panggung' baru tanpa menyelesaikan koreografi dasar, hasilnya akan sama—kacau balau.
Mungkin, di tengah hiruk-pikuk perubahan kebijakan ini, saatnya bagi kita untuk menepuk pundak sendiri dan bertanya: Apakah kita sudah siap untuk tidak hanya bergerak, tetapi juga maju dengan cara yang berkelanjutan? Atau, akankah kita terus terjebak dalam penampilan pendidikan yang tidak pernah selesai?
Hanya waktu yang akan menjawab, tetapi satu hal yang pasti—kita memerlukan lebih dari sekadar ritme perubahan untuk menciptakan simfoni pendidikan yang harmonis dan bermakna.*










