Mangu Pendidikan

IMG-20240728-WA0008

Dr. AAN Eddy Supriyadinata Gorda

Bayangkan Anda sedang menyeberangi sungai dengan jembatan gantung. Di tengah perjalanan, seseorang datang dan mulai menggoyangkan jembatan tersebut tanpa pemberitahuan. Panik, bingung, dan kehilangan keseimbangan, itulah yang dirasakan oleh banyak pendidik, siswa, dan orang tua di Indonesia ketika berhadapan dengan kebijakan pendidikan yang terus berubah.

Dalam dunia yang penuh ketidakpastian, pendidikan seharusnya menjadi mercusuar yang stabil, namun sayangnya, kebijakan pendidikan di negeri ini sering kali tampak seperti eksperimen tanpa akhir yang membuat kita terus bertanya-tanya: "Sebenarnya arah pendidikan kita ini mau ke mana?"

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga pendidikan tinggi, semuanya seperti berada dalam sebuah labirin kebijakan yang membingungkan. Setiap kali kita merasa menemukan jalan yang benar, dinding-dinding kebijakan berubah lagi, memaksa kita untuk memulai dari awal. Pemerintah seolah-olah terjebak dalam lingkaran setan perubahan kebijakan, mencerminkan keraguan dan ketidakyakinan yang mendalam tentang bagaimana sebenarnya mereka ingin membentuk masa depan pendidikan bangsa.

Mari kita telusuri lebih jauh kekacauan ini, dari PAUD hingga pendidikan tinggi, untuk melihat bagaimana perubahan kebijakan yang tak kunjung usai ini berdampak pada semua jenjang pendidikan.

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kebijakan pada jenjang PAUD sering kali mengalami perubahan signifikan, mulai dari kurikulum hingga standar operasional. Program-program baru diperkenalkan tanpa ada evaluasi yang mendalam dari program sebelumnya. Misalnya saja program transisi PAUD-SD yang diusung dalam kebijakan Merdeka Belajar.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top