LPS Kembalikan Harapan Masa Tua Seorang Penjahit

LPS

Foto: LEGA-Yuliana (kanan) dikunjungi petugas LPS di lokasi usahanya. Yuliana lega setelah depositonya di Bank Pasar Umum, Denpasar dikembalikan dalam waktu cepat.

 

DENPASAR – sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | Setelah menegakkan bahu yang semula suntuk menjahit kain berwarna putih pada mesin jahit "Butterfly" kesayangannya, Yuliana, mulai menceritakan "asam garam" pengalamannya sebagai nasabah perbankan.

Penjahit berusia 63 tahun itu, mengaku nyaris kehilangan harapan di masa tuanya, setelah Bank Pasar Umum (BPU) yang terletak di Jalan Teuku Umar, Denpasar, dinyatakan bangkrut. Kabar itu dikuatkan dengan keputusan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang mencabut izin operasional BPU pada 25 November 2022, lalu.

Di BPU itulah, Yuliana "menitipkan" bekal masa tuanya berupa deposito sebesar Rp 46.000.000. "Bagi orang lain, mungkin jumlah itu kecil. Tapi bagi saya sangat besar," kata Yuliana, ditemui di lokasi usahanya, Jalan Gunung Agung, Kota Denpasar, Bali, belum lama ini.

Selain soal nominal, wanita berbaju putih ini, menyebut, depositonya sarat nilai historis karena dikumpulkan sedikit demi sedikit hingga bertahun-tahun. Dengan harapan, ia tidak merepotkan keluarga di masa tuanya.

"Begitu baca info di grup WhatsApp bahwa BPU bangkrut, saya kaget, takut, juga khawatir duit saya tidak kembali," kenang Yuliana yang tak menyangka sedikit pun BPU yang dipercayainya selama belasan tahun telah gulung tikar.

Tumpukan beban di dadanya mendadak lenyap, ketika tim Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memastikan Yuliana tidak akan kehilangan pundi-pundi rupiahnya.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top