Lakon Ki Mantri Tutuan Bikin Emosi ‘Pragina’ dan Penonton Campur-aduk

CROP OKKKKK GAS

Kini setelah lama mengabdi pada Prabhu Airlangga yang tak lain adalah kakek dari pihak ibu, Ki Mantri Tutuan diutus ke Bali. Entah keturunan keberapa trah Ki Mantri Tutuan ini ke Bali, tak ada keterangan pasti.

Dikisahkan Ki Mantri Tutuan, dengan membawa stempel dari Raja Airlangga ia menghadap Dalem Tegal Belesung di Kerajaan Samprangan. Di Keraton Samprangan, Raja yang saat itu bergelar Dalem Samprangan Ki Mantri Tutuan diterima dengan baik.

Kala itu Dalem Samprangan yang juga disebut Dalem Ile tidak becus mengurus kerajaan. Maka atas prakarsa Arya Kebon Tubuh ditugaskanlah Dalem Ketut Ngulesir menjadi raja, dimana saat itu Dalem Ketut tengah berjudi di Desa Pandak.

Awalnya Dalem Ketut menolak permintaan Arya Kebon Tubuh, alasannya karena sang kakak Dalem Ile masih diakui sebagai raja yang syah. Namun Arya Kebon Tubuh menekan Dalem Ketut Ngulesir, untuk bersedia menjadi raja. Bila tidak kerajaan akan tidak terurus.

Dalem Ketut menyanggupi permintaan Arya Kebon Tubuh. Namun dia tidak mungkin memerintah dari di Keraton Samprangan. Sembari berencana membangun kerajaan baru, Arya Kebon Tubuh mempersilakan rumah tinggal beliau sebagai pusat pemerintahan di Gelgel. Berangsur-angsur dibangunlah kemudian keraton baru di Gelgel.

Kraton baru yang dibangun itu meniru tradisi keraton Jawa, dan Ki Mantri Tutuan yang notabene orang Jawa kala itu dilibatkan sebagai konsultan kraton baru itu.

Usai pembangunan kraton baru di Gelgel, Ki Mantri Tutuan, tokoh andalan Dalem Tegal Belesung, (yang adalah adik Dalem Ketut Ngulesir) "diperintah" menata kembali kawasan Bukit Buluh yang telah lama ditinggalkan Arya Buru.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top