Kendati demikian, keterbatasan wawasan mengenai tren menu internasional dan fasilitas praktik tidak menyurutkan mental bertanding mereka. Daya juang serta keberanian mereka untuk tampil di panggung internasional menuai apresiasi tinggi dari para dewan juri.
"Kalau dari segi wawasan itu, jenis menu atau tampilan, mungkin dari yang dilombakan itu mereka belum terbiasa. Iya, kreativitasnya itu ya," ungkap Juri Lomba Pastry, Rifo Frarizko Anwar Kasim.
"Tapi daya juangnya lebih tinggi kalau menurut saya. Anak-anak mereka sangat semangat untuk ikut lomba," puji Rifo.
Pengalaman Perdana dan Kunci Keberhasilan Uji Coba Menu
Bagi para peserta pemula, bertanding di ajang skala internasional memberikan tekanan emosional tersendiri. Namun, rasa gugup berhasil diatasi melalui persiapan matang yang dilakukan berturut-turut selama beberapa minggu sebelum hari pertandingan.
Keberanian untuk melakukan uji coba (trial) resep, komposisi rasa, hingga hiasan (garnish) secara konsisten menjadi kunci membangun rasa percaya diri. Pengalaman berharga ini melahirkan optimisme baru bagi para peserta untuk terus mengasah keahlian dan kembali bertanding di masa mendatang.
"Jujur awalnya deg-degan sih, cuma kayak makin lama, ya udah aja pede gitu. Paling lebih pede aja sih, karena sering latihan. Jadi trial dulu sih awalnya, trial menu, trial garnish, trial semuanya," cerita Peserta Lomba Pastry dari PIB College, Audrey Florencia. (M-001)










