La Cuisine Cooking Competition Dorong Kreativitas dan Semangat Juang Talenta Chef Muda

2026-11-04-at-18.16.36
Gebrakan talenta muda kuliner nusantara di ajang La Cuisine Cooking Competition 2026. (FB/Dartha)

"Anak-anak muda sekarang media untuk melihat perkembangan pastry, bakery, atau culinary secara global itu lebih ada. Kalau zaman kita dulu kan paling belajar dari buku, kalau sekarang luar biasa," tambah Erna.

Standar Penilaian Berbasis Poin dan Kehadiran Juri Internasional
Tingkat kompetitif ajang ini terlihat dari antusiasme peserta yang menembus lebih dari 40 orang pada satu kategori dan diperkirakan mencapai 100 peserta dari berbagai wilayah Indonesia. Penilaian pun dilakukan secara objektif oleh puluhan juri berpengalaman, baik lokal maupun internasional dari Singapura, Malaysia, Thailand, Taiwan, hingga Korea.

Berbeda dari kompetisi pada umumnya, penilaian menerapkan point system (Poin 90–100 untuk Medali Emas dan 80–89 untuk Medali Perak). Aspek yang dinilai tidak hanya berpusat pada rasa manis, tetapi juga mencakup kebersihan area kerja, estetika hasil akhir, ketepatan penggunaan bahan sponsor, serta keseimbangan rasa (balancing taste).

"Lewat sistem ini, dalam satu kategori kompetisi memungkinkan adanya lebih dari satu pemenang medali emas maupun perak," tegas Erna Lingga mengenai keunggulan sistem poin.

"Kita tidak cuma makan manis. Jadi selain manis, ada rasa asam untuk balancing-nya. Penilaian juga mencakup penggunaan bahan sponsor secara tepat," pungkas Erna.

Semangat Juang Pelajar Daerah Menembus Keterbatasan
Di balik kemeriahan kompetisi yang untuk pertama kalinya melangsungkan babak semifinal tingkat Asia ini, terdapat cerita perjuangan luar biasa dari para peserta tingkat SMK dan SLB, khususnya yang berasal dari sekolah negeri atau daerah. Mereka harus berhadapan dengan tantangan terbatasnya fasilitas dan materi pembelajaran dibanding sekolah swasta.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top