KRISTA InterFOOD 2026 Resmi Dibuka, Panggung Inovasi Pangan Global dan Penguatan Daya Saing Bahan Baku Lokal

2026-11-04-at-18.15.48
KRISTA InterFOOD 2026 resmi dibuka yang ditandai dengan pemotongan pita bertempat di NICE (Nusantara International Convention Exhibition), PIK 2, Tangerang, Banten pada Rabu (4/11/2026). (FB/Dartha)

Pameran terpadu ini membuka akses luas bagi para profesional untuk mempelajari tren pengolahan pangan modern dan manajemen rantai pasok yang efisien. Sinergi antara penyedia teknologi pendingin dan produsen bahan segar dinilai mampu menekan angka hilangnya hasil panen (food loss) secara signifikan. Melalui kolaborasi antar-sektor ini, rantai pasok pangan Indonesia diharapkan semakin solid dan siap memenuhi standar kelayakan industri internasional.

"KRISTA InterFOOD 2026 kami hadirkan sebagai platform strategis untuk mempertemukan inovasi dan peluang bisnis di industri makanan dan minuman. Melalui partisipasi pelaku industri nasional dan internasional serta lebih dari 40 program yang mencakup kompetisi berskala Internasional, seminar, talkshow, dan business matching, kami mendorong terciptanya kemitraan strategis, perluasan akses pasar, dan peluang investasi berkelanjutan. Kami optimistis KRISTA InterFOOD 2026 dapat mendukung pertumbuhan industri makanan dan minuman Indonesia sekaligus meningkatkan daya saing produk nasional di pasar global," ujar Chief Executive Officer Krista Exhibitions Group, Daud D. Salim.

"KRISTA InterFOOD 2026 merupakan platform strategis untuk mendorong pertumbuhan bisnis, memperluas jaringan perdagangan, dan memperkuat daya saing industri makanan dan minuman Indonesia di pasar global," tambah Daud D. Salim menyoroti pentingnya membuka jalan kolaborasi konkret bagi ekosistem F&B nasional.

Inovasi Pangan Berbasis Bahan Baku Lokal dan Hilirisasi Industri
Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memberikan apresiasi tinggi terhadap capaian industri makanan dan minuman dalam negeri yang dinilai semakin inovatif dan memiliki daya tarik (attractiveness) tinggi. Kualitas pengemasan serta formulasi produk lokal kini terbukti mampu bersaing ketat dengan produk-produk impor papan atas. Komitmen penguatan ekosistem dari hulu ke hilir terus didorong agar komoditas pangan lokal memiliki nilai tambah yang berkali-kali lipat.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top