Hingga 9 April 2026, Dinkes Buleleng mencatat 109 kasus DBD sejak awal tahun. Kecamatan Gerokgak menjadi penyumbang kasus terbanyak, diikuti Buleleng, Kubutambahan, Tejakula, dan Sukasada. Sementara empat kecamatan lainnya masih nihil kasus.
Sucipto terus mendorong masyarakat untuk lebih aktif agar tidak mengabaikan gejala awal DBD. Jika anggota keluarga mengalami demam tinggi lebih dari tiga hari, disertai bintik merah di kulit, mual, muntah, atau mimisan, segera periksakan ke fasilitas kesehatan terdekat.
Sucipto menambahkan, seluruh puskesmas dan fasilitas kesehatan juga sudah diminta untuk segera melaporkan setiap temuan kasus agar tim surveilans dapat melakukan penelusuran pada hari yang sama atau paling lambat esok harinya.
“Kalau laporan cepat, penanganan juga bisa cepat. Ini kunci untuk mencegah kasus meluas,” tutupnya. @gus










