"Kegiatan ini kan kami sifatnya mendampingi. Masing-masing daerah sudah punya peta jalan masing-masing. Misalnya di Bali ini, Pak Gubernur punya visi saru keluarga empat anak, ya kita dukung sesuai potensi daerah masing-masing," jelas dr. Luh De.
Pada kesempatan yang sama, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Bali Luh Ayu Aryani, mengatakan, laju pertumbuhan penduduk Bali layak diatensi khusus yang hanya tumbuh 0,6 persen, jauh dari kata ideal 2,1 persen.
Situasi ini masih dibayangi oleh ancaman fenomena "Childfree". "Childfree" merupakan istilah untuk menggambarkan pilihan hidup untuk tidak memiliki anak.
Ini adalah keputusan sadar yang dibuat oleh individu atau pasangan yang memilih untuk tidak memiliki keturunan, baik secara biologis maupun melalui adopsi. Pilihan ini dapat didasari oleh berbagai alasan, seperti preferensi pribadi, masalah kesehatan, alasan ekonomi, atau bahkan ketidaksiapan mental.
"Kalau bisa di Bali jangan ada childfree lah. Soalnya manusia Bali adalah penerus adat, budaya dan agama. Makanya Pak Gubernur menggenjot pertumbuhan penduduk Bali serta meningkatkan kualitasnya, salah satunya berupa insentif anak ketiga, keempat serta program Satu Keluarga Satu Sarjana," pungkasnya.










