FTP Unwar Beri Dampak Langsung terhadap Pembangunan Desa Sibetan melalui 15 Program Prioritas 

IMG-20260820-WA0021
BERDAMPAK-Tim FTP Unwar melaksanakan PkM berkelanjutan di Desa Sibetan, Bebandem, Karangasem, untuk memperkuat posisi sebagai Desa Wisata Tanggung Bencana dan Kawasan GIAHS. [foto: ist/dok]

Menurut Dekan, kekuatan FTP Unwar berada pada pendekatan lintas disiplin yang memungkinkan persoalan desa ditangani secara lebih komprehensif.

“Kami tidak ingin pengabdian berhenti pada penyerahan sebuah dokumen. Teknik sipil, arsitektur, perencanaan wilayah, dan teknologi harus terintegrasi. Apa yang kami kerjakan mulai dari pengamanan lereng, jalan, penanganan banjir, penataan pura dan beji, pemetaan wilayah hingga masterplan pariwisata merupakan satu kesatuan dalam mendukung Sibetan menjadi desa yang aman, mandiri, berkarakter, dan berkelanjutan," ujarnya. 

Melalui pendekatan tersebut, konsep desa wisata tangguh bencana tidak hanya dipahami sebagai kesiapan ketika bencana terjadi, melainkan dimulai dari proses perencanaan ruang, pembangunan infrastruktur yang aman, perlindungan kawasan rawan, kesiapan akses, serta kemampuan masyarakat dalam mengenali dan mengelola risiko.

Perbekel Desa Adat Sibetan, I Made Mastiawan, memberikan apresiasi terhadap keberlanjutan kerja sama dengan Unwar. Dalam kegiatan pemetaan, keberadaan basis data geospasial terpadu dinilai sangat membantu prajuru adat dalam memusyawarahkan batas wilayah, memosisikan fasilitas publik, serta menjaga kawasan kebun salak masyarakat dari tekanan alih fungsi lahan.

Ia juga menyampaikan terima kasih atas keterlibatan dosen dan mahasiswa Universitas Warmadewa yang secara konsisten melakukan pendampingan terhadap berbagai kebutuhan Desa Adat Sibetan.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Universitas Warmadewa, khususnya Fakultas Teknik dan Perencanaan, yang terus mendampingi Desa Adat Sibetan. Kegiatan ini sangat membantu karena persoalan yang kami hadapi di desa beragam, mulai dari infrastruktur, jalan, longsor, banjir, kawasan pura dan beji, sampai dengan pengelolaan kawasan kebun salak," ungkap Mastiawan.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top