FTP Unwar Beri Dampak Langsung terhadap Pembangunan Desa Sibetan melalui 15 Program Prioritas 

IMG-20260820-WA0021
BERDAMPAK-Tim FTP Unwar melaksanakan PkM berkelanjutan di Desa Sibetan, Bebandem, Karangasem, untuk memperkuat posisi sebagai Desa Wisata Tanggung Bencana dan Kawasan GIAHS. [foto: ist/dok]

Tim memanfaatkan drone multispektral DJI Mavic 3M yang mampu merekam citra RGB serta kanal Green, Red, Red Edge, dan Near-Infrared. Informasi tersebut dapat digunakan untuk mengidentifikasi karakter vegetasi, tingkat kesehatan tanaman, hingga kondisi dan sebaran kebun salak.

Pengolahan data kemudian diperkuat melalui pendekatan kecerdasan buatan menggunakan algoritma Random Forest pada platform Google Earth Engine dengan memanfaatkan citra satelit Sentinel-2. Pendekatan ini digunakan untuk mendukung pemetaan sebaran tutupan salak dalam skala wilayah yang lebih luas.

Hasil kegiatan dirancang tidak berhenti pada data digital, tetapi diwujudkan menjadi produk yang dapat dimanfaatkan masyarakat, yakni Peta Guna Lahan skala 1:12.000, sistem Offline WebGIS, serta papan informasi publik kawasan.

Keberadaan Offline WebGIS diharapkan membantu perangkat desa dan prajuru adat mengakses serta memperbarui informasi kawasan secara mandiri tanpa bergantung pada koneksi internet berkecepatan tinggi.

Dekan menambahkan, bahwa program pengabdian berkelanjutan di Desa Adat Sibetan merupakan bentuk komitmen perguruan tinggi untuk hadir memberikan solusi terhadap kebutuhan nyata masyarakat.

Menurutnya, potensi besar yang dimiliki Sibetan, terutama lanskap agroforestri salak, kehidupan adat dan budaya, kawasan suci, serta potensi wisata, harus dikembangkan secara hati-hati dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan, lingkungan, dan kesiapsiagaan terhadap bencana.

“Kami berkomitmen untuk terus mendukung Desa Adat Sibetan agar berkembang sebagai desa wisata yang berkelanjutan sekaligus tangguh terhadap bencana. Pengembangan pariwisata harus berjalan seiring dengan kesiapan infrastruktur, mitigasi longsor dan banjir, perlindungan lingkungan, serta pelestarian adat dan budaya. Dengan begitu, perkembangan desa tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga memberikan rasa aman dan mempertahankan identitas Sibetan untuk generasi mendatang," tegasnya. 

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top