*Melalui 15 program strategis tahun 2026, FTP Unwar menegaskan komitmennya menjadikan Desa Adat Sibetan sebagai ruang kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mewujudkan desa wisata yang tangguh terhadap bencana, memiliki infrastruktur yang aman, mampu menjaga kawasan agroforestri salak GIAHS, mempertahankan kearifan lokal dan ruang sakral, serta berkembang secara berkelanjutan dari aspek sosial, budaya, ekonomi, dan lingkungan.
AMLAPURA-Fajar Bali
Fakultas Teknik dan Perencanaan (FTP) Universitas Warmadewa (Unwar) menunjukkan dampak nyata dengan mendampingi pembangunan Desa Adat Sibetan, Kecamatan Bebandem, Kabupaten Karangasem, melalui rangkaian Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berkelanjutan tahun 2026.
Sebanyak 15 program strategis dilaksanakan dengan menyasar berbagai kebutuhan riil masyarakat, mulai dari mitigasi bencana, pengamanan lereng, peningkatan kualitas infrastruktur, penataan kawasan adat dan sakral, pengelolaan sumber daya air, hingga pengembangan wilayah berbasis lanskap salak dan tata kelola pariwisata berkelanjutan.
Program tahun 2026 menjadi bagian dari keberlanjutan pengabdian FTP Unwar yang telah dilaksanakan secara bertahap sejak 2024. Pada 2025, pengabdian memasuki tahap kedua dengan berbagai program strategis yang menyasar persoalan teknis dan kebutuhan masyarakat.
Memasuki tahun 2026, pendekatan tersebut semakin diperkuat melalui kegiatan yang lebih spesifik, terintegrasi, dan berbasis kebutuhan lapangan.
Pelaksanaan program tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan dokumen perencanaan, tetapi juga mendorong terbentuknya sistem pengelolaan wilayah yang lebih aman, tangguh terhadap bencana, tetap berakar pada adat dan budaya, serta mampu mendukung potensi Desa Sibetan sebagai desa wisata yang berkelanjutan.










