FGD IWO Bali: Mengurai Benang Kusut Pengelolaan Sampah Denpasar dan Badung

IMG-20260517-WA0014
Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Di Balik Penutupan TPA Suwung: Siapa Diuntungkan?” yang diinisiasi oleh Ikatan Wartawan Online (IWO) Bali, Sabtu (16/5) di Gedung BKPSDM, Denpasar.

Badung Utara: Relatif pedesaan. Masyarakatnya mudah diarahkan untuk memilah sampah berbasis sumber.

Badung Selatan: Wilayah urban-pariwisata. Menariknya, hasil pantauan menunjukkan sampah organik di sini hanya 6%, sisanya didominasi sampah anorganik dan sampah spesifik (kemasan/plastik).

Pemerintah Kabupaten Badung kini gencar menerapkan jadwal penjemputan sampah yang ketat (Senin dan Kamis khusus organik, hari lain untuk anorganik/residu). Hasilnya, armada truk sampah Badung yang ke TPA Suwung berhasil ditekan dari 240 unit menjadi 190 unit saja. Badung juga berkomitmen mereplikasi sistem TPS3R modern ke seluruh desa/kelurahan dan kawasan komersial dengan dukungan anggaran dari DPRD Bali.

FGD ini melahirkan satu konklusi penting: Penutupan TPA Suwung bukanlah akhir dari masalah, melainkan sebuah transformasi terpaksa yang harus dihadapi. Tidak ada pihak tunggal yang diuntungkan jika alam Bali rusak, karena kehancuran lingkungan akan langsung membunuh sektor pariwisata yang menjadi urat nadi ekonomi Bali.

Sampah tidak butuh narasi atau saling lempar tanggung jawab antara masyarakat dan pemerintah. Yang dibutuhkan adalah aksi nyata: Pilah dari sumbernya (rumah), kelola di tingkat desa, dan tuntaskan residunya dengan teknologi. 

Denpasar Tambah 5 TPS Baru, Pemilahan Sampah dari Rumah Mulai Efektif

Kepala UPTD Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar adalah Viktor Andika Putra yang mewakili Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Denpasar, menyebut kesadaran masyarakat terkait pemilahan sampah di Kota Denpasar mulai mengalami peningkatan seiring penataan sistem pengelolaan sampah yang terus dilakukan pemerintah daerah.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top