MANGUPURA-fajarbali.com | Nawa Cita Pariwisata Indonesia (NCPI) Bali dan Perhimpunan Hotel & Restoran Indonesia (PHR) Badung, merasa terpanggil menyikapi sekaligus memberi solusi atas polemik persampahan di Pulau Dewata.
Hal ini tidak terlepas dari imbas negatif pariwisata akibat tata kelola sampah yang belum maksimal. Untuk itu kedua organisasi tersebut menggelar Sarasehan dengan tema "Pengolahan Sampah: Antara Solusi dan Polusi", Senin (20/4/2026), bertempat di Ramada Bali Sunset Road, Kuta, Badung.
Sarasehan menghadirkan narasumber, yakni Gubernur Bali 2008-2018 Dr. Made Mangku Pastika, M.M., Sugi Lanus (filolog, pembaca, peneliti, dan budayawan), Dr. Ir. I Made Agus Aryawan, S.T., M.T. (Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Badung), I Made Dwi Arbani, S.TP., M.Si. (Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali), Ni Nyoman Santi, S.T., M.Sc. (Kepala Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Region Bali Nusra), Dr. Drs. I.K.G. Dharma Putra, M.Sc. (Ketua Bali Sustainable Development Foundation), Dr. Ida Bagus Putu Astina, S.H., M.H., MBA, CLA. (advokat danpengusaha), Prof. Dr. Ir. I Gusti Bagus Wijaya Kusuma, serta Prof. Dr. I Gusti Bagus Rai Utama, S.E., M.MA., M.A., MOS., CIRR.
Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali, I Made Dwi Arbani, S.TP., M.Si., sebenarnya kunci utama dalam menangani sampah adalah memilah. "Kalau sudah dipilah, maka kerja teknologi akan menjadi lebih mudah dan cepat. Jadi, setelah dipilah baru kita olah," ujarnya.










