SEMARAPURA-fajarbali.com |Fakultas Pendidikan Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Denpasar kembali menunjukkan komitmennya dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang berlangsung di Pura Kahyangan Jagat Penataran Dalem Ped dan Pura Goa Giri Putri, pada Buda Umanis Julungwangi, Rabu (3/6/2026).
Mengusung tema “Atma Kerti dan Pendidikan Holistik Berbasis Kearifan Lokal Bali”, kegiatan ini tidak hanya menjadi wahana pengabdian akademik, tetapi juga bentuk nyata kepedulian civitas akademika UNHI terhadap pelestarian nilai-nilai spiritual, budaya, dan keberadaan tempat-tempat suci sebagai pusat peradaban umat Hindu di Bali.
Kegiatan PKM Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 ini mendapat dukungan penuh dari pimpinan universitas. Rektor Dr. Cokorda Gde Bayu Putra putra SE.,M.Si.
Melalui kebijakan penguatan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi terus mendorong seluruh fakultas agar hadir di tengah masyarakat melalui program pendidikan, penelitian, dan pengabdian yang berorientasi pada penguatan nilai-nilai Hindu, budaya Bali, dan kebutuhan umat.
UNHI menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya menghasilkan lulusan berkualitas, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, lingkungan, dan kehidupan spiritual umat Hindu.
Dekan Fakultas Pendidikan UNHI Denpasar, Dr. I Wayan Sukadana, S.Sn., M.Si., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut diikuti oleh 43 peserta yang terdiri atas dosen, tenaga kependidikan (tendik), serta mahasiswa jenjang S1, S2, dan S3 dari enam program studi di lingkungan Fakultas Pendidikan UNHI Denpasar.
Menurutnya, tema yang diangkat sangat relevan dengan visi pendidikan Hindu yang tidak hanya berorientasi pada pengembangan intelektual, tetapi juga pada pembentukan karakter, spiritualitas, dan kesadaran budaya yang berakar pada kearifan lokal Bali.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memperkuat implementasi konsep Atma Kerti sebagai upaya memuliakan dan menyucikan jiwa melalui pendidikan yang holistik. Kehadiran kami di Pura Penataran Dalem Ped dan Pura Goa Giri Putri juga menjadi bentuk kepedulian terhadap tempat suci sekaligus sarana memperkenalkan bahwa UNHI merupakan perguruan tinggi milik umat yang tumbuh dan berkembang bersama masyarakat,” tegas Sukadana.
Lebih lanjut, Sukadana menambahkan bahwa sinergi antara perguruan tinggi, masyarakat adat, dan lembaga keagamaan merupakan modal penting dalam menjaga keberlanjutan pendidikan berbasis nilai-nilai lokal dan spiritualitas Hindu di tengah tantangan zaman.
Keberhasilan kegiatan ini juga tidak terlepas dari peran aktif para koordinator program studi di lingkungan Fakultas Pendidikan, mulai dari jenjang Sarjana, Magister, hingga Doktor. Para koordinator program studi berperan dalam mengoordinasikan keterlibatan dosen dan mahasiswa, mengintegrasikan kegiatan pengabdian dengan capaian pembelajaran, serta memastikan implementasi nilai-nilai akademik, etika, dan penguatan karakter dalam setiap rangkaian kegiatan PKM.
Melalui keterlibatan lintas program studi tersebut, kegiatan pengabdian menjadi lebih komprehensif karena memadukan berbagai perspektif keilmuan pendidikan, budaya, agama, seni, dan pengembangan sumber daya manusia. Sinergi ini sekaligus menjadi ruang pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa untuk memahami secara langsung dinamika kehidupan masyarakat dan implementasi nilai-nilai Hindu dalam kehidupan sehari-hari.
Suasana hangat dan penuh kekeluargaan tampak dalam sesi simakrama yang mempertemukan civitas akademika UNHI dengan pengurus pura serta tokoh masyarakat setempat. Pada kesempatan tersebut, I Nyoman Sukarta selaku Manggala dan Ketua Pengurus Pura Kahyangan Jagat Penataran Dalem Ped menyampaikan apresiasi atas kehadiran Fakultas Pendidikan UNHI Denpasar di Nusa Penida.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Sinergitas antara institusi pendidikan dengan masyarakat melalui pengurus pura perlu terus dibangun dan dijaga secara berkesinambungan. Kehadiran UNHI menjadi energi positif bagi masyarakat Nusa Penida, sekaligus menunjukkan bahwa dunia pendidikan memiliki kepedulian yang tinggi terhadap kehidupan sosial, budaya, dan keagamaan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga berharap Fakultas Pendidikan UNHI Denpasar senantiasa maju, berkembang, dan terus memberikan kontribusi nyata bagi umat serta masyarakat luas melalui berbagai program pendidikan dan pengabdian.
Sementara itu, Ketua Panitia PKM, Dr. Putri Anggreni, S.E., M.Pd., menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas sambutan hangat yang diberikan oleh seluruh elemen masyarakat Nusa Penida.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para manggala, pemangku, tokoh masyarakat, serta seluruh pihak yang telah menerima kami dengan penuh keramahan dan keterbukaan. Antusiasme masyarakat menjadi kekuatan tersendiri yang membuat seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan baik dan penuh makna,” ungkapnya.
Menurut Putri Anggreni, keberhasilan kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi, semangat gotong royong, dan kebersamaan yang terjalin antara dunia pendidikan dan masyarakat. Ia berharap hubungan baik yang telah terbangun dapat terus berlanjut dalam berbagai program pengabdian berikutnya.
Kegiatan PKM Fakultas Pendidikan UNHI Denpasar di Pura Kahyangan Jagat Penataran Dalem Ped dan Pura Goa Giri Putri menjadi bukti bahwa perguruan tinggi tidak hanya hadir sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam menjaga nilai-nilai luhur budaya, agama, dan kemanusiaan.
Dengan dukungan pimpinan universitas, yayasan pendidikan Widya Kerti, serta keterlibatan aktif para koordinator program studi Sarjana, Magister, dan Doktor, kegiatan ini semakin mempertegas komitmen UNHI sebagai perguruan tinggi milik umat yang senantiasa hadir untuk melayani, mengabdi, dan membangun masyarakat melalui pendidikan yang holistik, berkarakter, dan berakar kuat pada kearifan lokal Bali. (gde/rel)










