Bedah Buku “Marhaenisme: Dalil Baru untuk Gen Z”, Unmas Denpasar Hadirkan Rocky Gerung

IMG-20260721-WA0113
Unmas Denpasar menggelar Bedah Buku "Marhaenisme: Dalil Baru untuk Gen Z" yang menghadirkan Rocky Gerung, Selasa (21/7/2026).

DENPASAR-fajarbali.com | Universitas Mahasaraswati (Unmas) Denpasar kembali menegaskan komitmennya sebagai kampus yang menghadirkan ruang intelektual dan dialog kebangsaan melalui kegiatan Bedah Buku "Marhaenisme: Dalil Baru untuk Gen Z" yang diselenggarakan di Auditorium Saraswati.

Kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa dan generasi muda untuk memperluas wawasan serta menguatkan pemikiran kritis dalam menghadapi berbagai dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di era modern.

Ketua Yayasan Perguruan Rakyat Saraswati Pusat Denpasar Tjok. Istri Sri Ramaswati, SH., MH., menyampaikan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab besar dalam membangun karakter, integritas, serta budaya intelektual generasi muda.

"Kampus tidak hanya menjadi tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga ruang lahirnya gagasan-gagasan besar yang mampu memberikan solusi terhadap berbagai persoalan bangsa," jelas Tjok Istri.

Rektor Unmas Prof. Dr. I Ketut Sukewati Lanang P. Perbawa, S.H., M.Hum., turun langsung menjadi moderator, memandu jalannya diskusi secara dinamis dan interaktif.

Dengan gaya moderasi yang komunikatif, diskusi berlangsung hidup serta mampu menggali berbagai perspektif mengenai relevansi pemikiran Marhaenisme bagi Generasi Z di tengah perkembangan zaman yang semakin kompleks.
Bedah buku menghadirkan Rocky Gerung dan Airlangga Pribadi sebagai pembahas utama.

Selain itu, Gubernur Bali Wayan Koster beserta Ny. Putri Koster turut hadir dalam kegiatan tersebut dan memberikan pandangan serta pembahasan mengenai substansi buku.

Gubernur Koster menekankan pentingnya nilai-nilai kebangsaan, gotong royong, dan keberpihakan kepada masyarakat sebagai fondasi dalam membangun generasi muda yang berkarakter, adaptif, dan mampu menghadapi tantangan global tanpa kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia.

Para pembicara mengulas bahwa Marhaenisme bukan sekadar konsep historis yang lahir pada masa perjuangan bangsa, melainkan sebuah gagasan yang tetap relevan dalam menjawab tantangan zaman. Nilai-nilai keadilan sosial, kemandirian, keberpihakan kepada rakyat, serta semangat membangun bangsa dinilai masih memiliki tempat penting di tengah perkembangan teknologi, arus informasi yang begitu cepat, dan perubahan sosial yang terus berlangsung.

BACA JUGA:  Kunjungi Pameran Lukisan HUT ke-61 FK Unud, Pastika Terpukau

Diskusi juga mengangkat berbagai tantangan yang dihadapi Generasi Z, mulai dari derasnya arus digitalisasi, perubahan pola komunikasi, hingga pentingnya membangun budaya literasi dan berpikir kritis.

Para pembahas sepakat bahwa generasi muda perlu memiliki kemampuan menganalisis informasi secara objektif, membangun nalar yang kuat, serta berani menyampaikan gagasan secara bertanggung jawab.

Suasana diskusi berlangsung hangat, dinamis, dan penuh antusiasme. Ratusan peserta yang terdiri atas sivitas akademika Universitas Mahasaraswati Denpasar, serta para undangan dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) perguruan tinggi se-Bali, mengikuti jalannya kegiatan dengan penuh perhatian. Sesi tanya jawab berlangsung interaktif, menghadirkan berbagai pertanyaan kritis yang semakin memperkaya pembahasan mengenai nilai-nilai Marhaenisme dalam konteks kehidupan generasi muda saat ini.

Melalui kegiatan ini, Unmas Denpasar menunjukkan perannya sebagai kampus berdampak yang tidak hanya berfokus pada pengembangan akademik, tetapi juga aktif menghadirkan ruang-ruang dialog yang mampu membentuk karakter, memperkuat wawasan kebangsaan, dan menumbuhkan budaya berpikir kritis di kalangan mahasiswa.

Kehadiran tokoh nasional, akademisi, serta pemangku kepentingan dalam satu forum menjadi bukti nyata komitmen Unmas Denpasar dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi yang inklusif, kolaboratif, dan relevan dengan kebutuhan zaman.

Bedah Buku Marhaenisme: Dalil Baru untuk Gen Z diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus mengembangkan kapasitas intelektual, memperkuat nilai-nilai kebangsaan, serta mengambil peran aktif sebagai agen perubahan yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan masyarakat, daerah, dan bangsa.

Sejalan dengan semangat Diktisaintek Berdampak, Unmas Denpasar akan terus menghadirkan berbagai forum akademik yang berkualitas sebagai wadah bertemunya gagasan, kolaborasi, dan inovasi, sehingga kampus tidak hanya menjadi pusat pembelajaran, tetapi juga pusat lahirnya pemikiran-pemikiran yang memberikan dampak positif bagi Indonesia. [gde]

BACA JUGA:  Sastra Jawa Kuna Representasi Jati Diri Bangsa Indonesia

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top