Putra Wijaya (paling kiri) bersama jajaran pengurus YPLP Kabupaten PGRI Badung dalam sebuah momen tingkat nasional.
MANGUPURA-sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | Badan Pembina Lembaga Pendidikan (BPLP) PGRI menggelar Rapat Kerja Nasional (rakernas) bersamaan dengan Rakernas YPLP PGRI Pusat Bidang PAUD di Jakarta, Rabu (10/7/2024) di Jakarta. Rakernas tahun ini mengusung tema “Transformasi Digitalisasi Persekolahan PGRI”.
Salah satu perwakilan Provinsi Bali yang dipastikan hadir adalah Ketua YPLP Kabupaten PGRI Badung, Dr. Drs. I Made Gede Putra Wijaya, SH., M.Si.
Ditemui di sela persiapan keberangkatan, Selasa (9/7/2024), Putra Wijaya memberikan ‘bocoran’ terkait aspirasi yang disampaikan perwakilan YPLP PGRI Bali. Dari pihaknya sendiri yang menggawangi tiga SMK di Kabupaten Badung, setidaknya telah merangkum tiga isu strategis, meski ibarat lagu lama yang diaransemen ulang.
“Aspirasi kita kan berjenjang sesuai hirarki. Dari (PGRI) Kabupaten Badung telah kami sampaikan setidaknya tiga aspirasi ke YPLP PGRI Provinsi. Begitu pun kabupaten/kota lain. Semua ditampung oleh pengurus provinsi, lalu disampaikan di rakernas dan selanjutnya dari BPLP PGRI (Pusat) menyampaikan ke Mendikbudristek,” jelas Putra Wijaya.
Pertama, Putra Wijaya menegaskan agar pemerintah di daerah taat terhadap Permendikbud No 17 tahun 2017 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jenjang SD, SMP, SMA, SMK atau bentuk lain yang sederajat. Setidaknya yang patut dipatuhi soal jumlah rombongan belajar (rombel).










