DENPASAR-fajarbali.com | Astra Motor Bali kembali memperkuat komitmennya dalam membangun budaya tertib lalu lintas di kalangan generasi muda. Menggandeng SMKN 1 Kuta Selatan, diler utama sepeda motor Honda di Bali ini menggelar pelatihan safety riding yang diikuti oleh 72 siswa. Langkah preventif ini diambil guna menekan angka kecelakaan lalu lintas yang kerap melibatkan usia produktif akibat minimnya edukasi berkendara yang benar.
Dalam pelatihan tersebut, para siswa dibekali materi kampanye keselamatan berkendara bertajuk #Cari_Aman. Fokus utama edukasi ini adalah mewajibkan penggunaan perlengkapan berkendara yang standar dan menyeluruh. Para pelajar diingatkan untuk tidak lagi mengabaikan penggunaan helm berstandar SNI, jaket, sarung tangan, celana panjang, serta sepatu demi meminimalisasi fatalitas cedera saat terjadi insiden di jalan raya.
Selain perlengkapan fisik, aspek krusial yang dibedah dalam pelatihan ini adalah pemahaman mengenai blind spot atau titik buta kendaraan. Area ini merupakan zona sekeliling kendaraan yang tidak tertangkap oleh jangkauan mata maupun spion pengemudi, khususnya pada armada besar seperti truk dan bus. Pengenalan taktik mengantisipasi posisi di sekitar kendaraan besar menjadi materi edukatif agar siswa lebih mawas diri.
Menariknya, edukasi kali ini tidak hanya menyentuh ranah teknis operasional kendaraan semata, melainkan juga menyasar aspek psikologis remaja. Instruktur Safety Riding Astra Motor Bali, Yosept Klaudius, menekankan bahwa gejolak kawula muda yang cenderung ekspresif kerap menjadi pemicu tindakan berisiko di jalan raya. Oleh karena itu, kematangan mental dan kemampuan mengendalikan emosi dinilai sama pentingnya dengan kemahiran memutar tuas gas.
"Keselamatan berkendara tidak hanya ditentukan oleh kemampuan mengendalikan sepeda motor, tetapi juga dimulai dari kesadaran diri. Anak muda memiliki semangat yang luar biasa, namun perlu dibarengi dengan pemahaman risiko dan pengendalian diri agar selalu mengutamakan keselamatan. Melalui kampanye #Cari_Aman, kami ingin menanamkan bahwa keselamatan dimulai dari diri sendiri," ujar Yosept Klaudius.
Antusiasme tinggi tampak sepanjang sesi edukasi, di mana para peserta aktif berdialog mengenai konflik-konflik riil yang sering mereka hadapi di jalanan Bali. Pihak sekolah pun menyambut positif kegiatan ini, mengingat tingginya mobilitas siswa yang menggunakan sepeda motor sebagai sarana transportasi harian menuju sekolah. Sesi diskusi interaktif ini menjadi ruang evaluasi bersama atas kebiasaan berkendara para siswa selama ini.
Melalui program yang menyasar institusi pendidikan secara berkala, Astra Motor Bali memproyeksikan lahirnya agen-agen perubahan dari bangku sekolah. Para pelajar ini diharapkan tidak sekadar menjadi pengendara yang cakap secara visual, tetapi juga bertransformasi menjadi role model atau pelopor keselamatan berlalu lintas yang mampu memengaruhi lingkungan sebayanya secara positif.
Langkah masif ini berjalan selaras dengan visi besar "Sinergi Bagi Negeri" yang terus digaungkan oleh Astra Motor. Ke depan, jangkauan edukasi serupa akan terus diperluas ke berbagai wilayah di Pulau Dewata. Upaya berkelanjutan ini diharapkan mampu mengikis ego berkendara di jalan raya demi terciptanya ruang publik yang aman, nyaman, dan bertanggung jawab bagi seluruh masyarakat. (M-001)










