Empat Profesor di Bali Refleksikan Hardiknas 2026

IMG-20260502-WA0001
(kiri-kanan): Prof. Dr. Drs. I Made Suarta, SH., M.Hum., Prof. Dr. Ir. Gede Sedana, M.Sc., MMA., Prof. Dr. Ni Putu Tirka Widanti, MM., M.Hum., Prof. Dr. I Gusti Bagus Rai Utama, SE., M.MA., MA., CIRR.

Bagi kita bersama dan khususnya anak-anak dan generasi muda sebagai pewaris bangsa didorong untuk memiliki karakter yang dilandasi oleh nilai-nilai moral, etika dan agama melalui proses pendidikan sejak usia dini sampai pada pendidikan tinggi. 

Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di era modernisasi yang sedang terjadi dan tantangan ke depan yang semakin kompleks dan dinamis, menuntut generasi muda untuk semakin meningkatkan kualitas pendidikan untuk membentuk kepribadian yang kuat, jujur, disiplin dan berakhlak di dalam mendayagunakan ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah dimilikinya.

Pendayagunaan IPTEK di kalangan generasi muda agar didasarkan pada kekuatan mental yang fundamental di dalam mengimplementasikan moral knowing, moral feeling dan moral action sebagai kendali penggunaan IPTEK yang tidak benar.

Pemerintah, orang tua dan stakeholder agar memfasilitasi proses pendidikan di masyarakat baik dalam bentuk pendidikan formal, pendidikan non-formal maupun informal melalui berbagai kebijakan atau regulasi dan memberikan keteladanan yang baik kepada generasi muda.

Kurikulum pendidikan agar menekankan pada aspek akhlak di dalam setiap mata pelajaran, mata kuliah dan materi-materi pembelajaran sehingga mampu membentuk kepribadian yang utuh pada peserta didik dan mahasiswa, yaitu tidak semata-mata menjadikan mereka cerdas akademik tetapi juga memiliki kemuliaan akhlak.

Melalui integrasi nilai-nilai moral, etika dan agama dalam kurikulum, sangat diharapkan dapat mengembangkan potensi peserta didik dan mahasiswa baik secara individu maupun kolektif untuk mampu memperkuat nilia-nilai pekerti, menyaring nilai-nilai budaya asing yang masuk.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top