Lebih jauh lagi, investasi pada kesejahteraan guru merupakan investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia Indonesia. Pendidikan yang kuat tidak lahir dari kebijakan yang bersifat simbolik, melainkan dari perhatian yang konsisten terhadap pelaku utamanya.
Guru yang sejahtera akan melahirkan generasi yang percaya diri, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Karena itu, momentum peringatan Hardiknas seharusnya tidak berhenti pada seremoni tahunan. Ia perlu menjadi pengingat bahwa transformasi pendidikan harus dimulai dari keberpihakan yang nyata kepada guru.
Ketika kesejahteraan guru diperkuat secara berkelanjutan dan merata, maka harapan menghadirkan pendidikan bermutu untuk semua bukan lagi sekadar slogan, melainkan kenyataan yang dapat dirasakan bersama.
4. Prof. Dr. Ir. Gede Sedana, M.Sc., MMA.
Refleksi Hari Pendidikan Nasional dan Saraswati: Pendayagunaan IPTEK dalam Era Modernisasi
PENDIDIKAN merupakan suatu proses transformasi pengetahuan, nilai, norma, tradisi, dan keterampilan untuk meningkatkan dan mengembangkan potensi, keterampilan, kecerdasan, dan akhlak guna mewujudkan kepribadian yang berkarakter, bertanggung jawab, peduli, dan mandiri, dalam kehidupan di masyarakat serta bermanfaat bagi bangsa dan negara.
Hari Pendidikan Nasional yang diperingati setiap tahun, di Bali secara lokal sangat relevan dengan Hari Suci Saraswati, yaitu sebagai penghormatan kepada Dewi Saraswati, yang telah melimpahkan pengetahuan, seni, dan kebijaksanaan untuk menuju suatu kemajuan, keharmonisan, dan membebaskan manusia dari kebodohan (avidyam).










