"Oleh karena itu, intervensi promotif dan preventif harus menjadi prioritas, terutama pada anak usia sekolah dasar yang sedang berada dalam masa pertumbuhan dan perkembangan,” tambahnya.
Lebih lanjut, beliau berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah awal terbentuknya budaya menjaga kesehatan gigi dan mulut di lingkungan sekolah maupun keluarga.
“Kami berharap anak-anak dapat menjadi agen perubahan di keluarga masing-masing dengan menerapkan kebiasaan menyikat gigi dua kali sehari, mengurangi konsumsi makanan dan minuman manis berlebihan, serta lebih peduli terhadap kesehatan gigi dan mulutnya. Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, sekolah, pemerintah desa, dan masyarakat, diharapkan dapat tercipta generasi Bayung Cerik yang lebih sehat, cerdas, dan berkualitas di masa depan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala SD Negeri Bayung Cerik, I Nyoman Sandika Yasa, S.Pd, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada tim pengabdian masyarakat yang telah melaksanakan kegiatan bakti sosial kesehatan gigi dan mulut di sekolahnya.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi siswa kami karena memberikan pengetahuan yang selama ini belum banyak mereka peroleh secara langsung dari tenaga kesehatan gigi. Melalui penyuluhan, pemeriksaan gigi, dan praktik sikat gigi bersama, anak-anak menjadi lebih memahami pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut sejak usia dini,” ungkapnya.
Menurutnya, hasil kuesioner dan pemeriksaan yang dilakukan menunjukkan bahwa masih terdapat berbagai kebiasaan yang perlu diperbaiki, seperti tidak menyikat gigi sebelum tidur, tidak menyikat gigi sebelum berangkat ke sekolah, serta tingginya konsumsi makanan dan minuman yang berpotensi menyebabkan gigi berlubang.










