Temuan lainnya menunjukkan bahwa masih terdapat siswa yang belum memiliki sikat gigi pribadi, tidak menyikat gigi sebelum tidur malam, serta tidak menyikat gigi sebelum berangkat ke sekolah.
Kebiasaan tersebut merupakan faktor risiko utama terjadinya karies gigi dan penyakit rongga mulut lainnya yang dapat memengaruhi kesehatan dan kualitas hidup anak.
Berdasarkan hasil identifikasi tersebut, tim pengabdian masyarakat memberikan penyuluhan kesehatan gigi dan mulut secara interaktif dengan menggunakan media edukasi yang menarik dan mudah dipahami oleh anak-anak.
Materi yang disampaikan meliputi pentingnya menjaga kebersihan gigi dan mulut, penyebab terjadinya gigi berlubang, pemilihan sikat dan pasta gigi yang sesuai usia, pola konsumsi makanan yang sehat untuk gigi, serta waktu dan teknik menyikat gigi yang benar.
Suasana penyuluhan berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Para siswa aktif menjawab pertanyaan, berdiskusi mengenai kebiasaan menjaga kesehatan gigi di rumah, serta mengikuti demonstrasi teknik menyikat gigi yang baik dan benar.
Pendekatan edukasi yang menyenangkan membuat siswa lebih mudah memahami pesan kesehatan yang disampaikan. Setelah sesi penyuluhan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi dan praktik sikat gigi bersama.
Setiap siswa mempraktikkan secara langsung teknik menyikat gigi yang benar dengan pendampingan tim dokter gigi dan mahasiswa. Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga keterampilan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.










