Selain penyuluhan dan sikat gigi bersama, tim juga melaksanakan screening atau pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut terhadap siswa. Pemeriksaan dilakukan untuk mendeteksi adanya masalah kesehatan gigi dan mulut serta memberikan gambaran kondisi kesehatan gigi anak-anak di SD Negeri Bayung Cerik.
Ketua Tim Pengabdian Masyarakat SDN Bayung Cerik sekaligus Koordinator Desa Bayung Cerik, drg. I Gusti Agung Ayu Chandra Iswari Dewi, M.Kes, menjelaskan bahwa hasil kuesioner menunjukkan perlunya penguatan program promosi kesehatan dan pencegahan penyakit gigi pada anak usia sekolah.
“Hasil kuesioner menunjukkan masih banyak perilaku kesehatan gigi yang perlu diperbaiki sejak usia dini. Kami menemukan masih ada anak yang belum memiliki sikat gigi sendiri, tidak menyikat gigi sebelum tidur malam maupun sebelum berangkat ke sekolah, serta memiliki kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman kariogenik seperti permen, cokelat, dan minuman kemasan. Kondisi ini menunjukkan bahwa promosi kesehatan dan upaya pencegahan masih sangat dibutuhkan,” jelasnya.
Menurutnya, kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian penting dari tumbuh kembang anak. Anak yang mengalami sakit gigi atau kerusakan gigi sering mengalami gangguan makan, gangguan tidur, kesulitan berkonsentrasi, hingga penurunan prestasi belajar di sekolah.
Kesehatan gigi dan mulut tidak hanya berkaitan dengan ada atau tidaknya gigi berlubang. Kesehatan gigi yang baik berhubungan dengan status gizi, kemampuan belajar, perkembangan sosial, rasa percaya diri, dan kualitas hidup anak secara keseluruhan.










