“Kalau semua ingin dirubah menjadi dosen tetap, tentu konsekuensinya nisbah yang harus kita perbaiki. Kalau nisbah belum bisa diperbaiki, maka kita menunggu dosen yang pensiun digantikan oleh dosen yang belum diangkat,” tegasnya.
Ia juga mendorong agar dosen tetap yang mengikuti pembekalan kali ini agar segera mempersiapkan diri untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang doktoral. Hal ini mengacu pada aturan pemerintah yang mewajibkan para dosen yang bergelar Magister (S2) untuk meningkatkan kualifikasi akademiknya menjadi Doktor (S3).
“Kalau tidak segera berbenah nanti aturan yang akan menghantam mereka. Apalagi, kita rencana akan membuka S3 di setiap prodi. Jadi harus dipersiapkan dari sekarang,” imbuhnya.
Ia berharap, para dosen di lingkungan Perdiknas tidak hanya fokus pada pengembangan kompetensi diri masing-masing, tetapi juga ikut mengembangkan lembaga, baik dari sisi peningkatan jumlah mahasiswa maupun kualitas akreditasi Program Studi (Prodi).
“Perdiknas selalu bermain di dua sisi, yaitu pengembangan lembaga dan pribadi harus seimbang. Secara logika, bahwa akreditasi yang baik mencerminkan proses yang baik,” pungkasnya.
Kegiatan pembekalan diikuti oleh 33 dosen tetap di lingkungan Perdiknas Denpasar. Adapun materi pembekalan yang diberikan, antara lain pengenalan Perdiknas Denpasar, teknik mengajar efektif untuk perguruan tinggi, membangun relasi profesional di lingkungan akademik, strategi akselerasi publikasi ilmiah, penyelarasan kegiatan tri dharma perguruan tinggi berbasis internasional, sosialisasi peraturan kepegawaian Perdiknas Denpasar, serta pengarahan dari Ketua Perdiknas Denpasar.










