Deputi IV Kemendukbangga/BKKBN Hadiri ENSIA 2026, Komitmen Jaga Lingkungan, Bangun Ketahanan Masyarakat

IMG-20260910-WA0057
Environmental and Social Innovation Award (ENSIA) Tahun 2026 di The Westin Resort Nusa Dua, Bali, Kamis (10/9/2026). ist

MANGUPURA-fajarbali.com | Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pembangunan Keluarga (Deputi IV) Kemendukbangga/BKKBN, Nopian Andusti, menghadiri acara puncak Environmental and Social Innovation Award (ENSIA) Tahun 2026 di The Westin Resort Nusa Dua, Bali, Kamis (10/9/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan PT SUCOFINDO (Persero) tersebut mengusung tema “Innovation for Sustainable Business and Resilience Community” dan menjadi ajang apresiasi terhadap pelaku usaha serta local hero yang menghadirkan inovasi di bidang lingkungan dan sosial. 

Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup RI, Mohamad Jumhur Hidayat, dalam keynote speech-nya menekankan pentingnya mendorong praktik beyond compliance dalam pengelolaan lingkungan.

Kepatuhan terhadap regulasi, menurutnya, perlu ditingkatkan menuju kegiatan pemulihan lingkungan (restorative activity) melalui semangat Tobat Ekologis Nasional.

Gerakan tersebut ditujukan kepada seluruh pihak, mulai dari pemerintah, korporasi hingga masyarakat, mengingat kerusakan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan perubahan perilaku dan penguatan instrumen hukum. 

Gubernur Bali Wayan Koster dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan ENSIA 2026 di Bali yang dinilai sejalan dengan arah pembangunan Bali berbasis kehidupan lokal. 

Koster menegaskan pembangunan Bali diarahkan untuk menciptakan alam yang bersih, sehat dan berkualitas dengan menerapkan prinsip ramah lingkungan serta berkelanjutan. Arah tersebut menjadi bagian dari haluan pembangunan Bali untuk 100 tahun ke depan, 2025–2120, termasuk melalui pengembangan energi bersih dan penguatan pengelolaan sampah dari sumbernya. 

Menteri Jumhur juga menyampaikan bahwa upaya pemulihan lingkungan dapat berjalan beriringan dengan pertumbuhan ekonomi. Pemerintah mendorong penerapan Extended Producer Responsibility (EPR) agar produsen turut bertanggung jawab memastikan sampah yang dihasilkan dapat dikelola dan tidak meninggalkan beban lingkungan.

Sementara terhadap aktivitas yang menyebabkan kerusakan lingkungan, pemerintah akan memperkuat regulasi pemulihan, yang sekaligus berpotensi menciptakan green job, menggerakkan pengadaan peralatan pemulihan, dan memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi. 

BACA JUGA:  ATR/BPN dan KPK Jadikan Sulut Percontohan Transformasi Layanan Pertanahan

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Bali juga menyoroti pentingnya menjaga kualitas lingkungan sebagai bagian dari keberlanjutan pariwisata dan perekonomian Bali. Ia menyampaikan bahwa pada 2025 Bali menerima sekitar 7,05 juta wisatawan asing, atau sekitar 45,8 persen dari total kunjungan wisatawan asing ke Indonesia.

Karena itu, menurutnya, kelestarian lingkungan dan kekuatan budaya lokal perlu dijaga secara bersamaan agar Bali tetap memiliki daya saing sebagai destinasi pariwisata dunia.

Upaya menjaga lingkungan juga terus dilakukan melalui gerakan kebersihan hingga tingkat desa dan pengurangan sampah yang dibawa ke tempat pemrosesan akhir.

Puncak ENSIA 2026 diisi dengan rangkaian keynote speech, talk show, serta pemberian penghargaan dalam berbagai kategori, antara lain inovasi khusus, inovasi lingkungan dan sosial, local hero, booth innovation, serta penghargaan dewan juri.

Pada penyelenggaraan tahun kelima ini tercatat 954 proposal inovasi dari 253 perusahaan dan 48 calon local hero inspiratif. ENSIA diharapkan terus menjadi katalisator inovasi, kolaborasi, dan inspirasi di berbagai daerah sekaligus mendorong terwujudnya sustainable business and resilient community. [rel]

 

 

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top