Dekorasi Ramah Lingkungan Semakin Diminati

“Nah, sejak Tahun 2018 saya mulai beralih ke dekorasi ramah lingkungan, itu sejak aturan pengurangan sampah plastik dan pengenaan berbahan ramah lingkungan,” tuturnya

Gianyar-fajarbali.com | Dekorasi pada saat hajatan Manusa Yadnya seperti menikan, potong gigi atau kegiatan Dewa Yadnya kini lebih banyak menggunakan dekorasi ramah lingkungan, dengan anyaman janur dan sejenis. Dekor ramah lingkungan juga memberikan kesan ruang lebih hidup dan dekat dengan alam. 
Salah satu pekerja dekor ramah lingkungan, Kayon Mas Dekorasi dikomandani Pande Putu Mertayasa asal Desa Beduku, Tampaksiring. Saat perayaan 17 Agustus 2022, dekor ramah lingkungan dipercayakan kepada dirinya untuk membuat dekora dalam sehari semalam. “Pengerjaan terbilang sangat singkat, satu hari satu malam dan astungkara selesai tepat waktu,” jelas Pande Mertayasa. Walau demikian, karena pekerjaan terbilang besar dan akan dinikmati pejabat teras di Gianyar, maka 4 rekanan dekorasi lain diajak bergabung menyelesaikan dekorasi di Balai Budaya Gianyar. “Kami sangat senang, puas dekor yang kami tampilkan digunakan sebagai tempat swaphoto pejabat. Sekalian promosi dekor ramah lingkungan,” ujar Pande bangga. 
 
Dituturkan, dirinya mengawali sewa dekor sejak Tahun 2010. Waktu itu, dekor masih sederhana dan lebih banyak dekor dengan hiasan kain dan lamou aneka warna. “Nah, sejak Tahun 2018 saya mulai beralih ke dekorasi ramah lingkungan, itu sejak aturan pengurangan sampah plastik dan pengenaan berbahan ramah lingkungan,” tuturnya. Di awal-awal diakui tidak banyak yang melirik dekor ramah lingkungan, dan akhirnya karena semakin meningkatkan kualitas dekor akhirnya pesanan mulai meningkat. 
 
Untuk harga dekor pernikahan dirinya memasang tarif Rp 10 juta, dimana konsumen mendapatkan dekor depan, tempat booth photo, hiasan meja prasmanan. “Tergantung lokasi dan permintaan, biasanya pesanan komplit dari depan pintu masuk sampai hiasan tempat mempelai,” jelasnya. Untuk penyelesaist dekor pernikahan diselesaikan dalam waktu 2 hari 2 malam bersama 5 anak buahnya. “Kami terbiasa menyelesaiakt pekerjaan dengan begadang sampai pagi, karena ini resiko pekerjaan,” jelas Pande. 
 
Sedangkan untuk pesanan kedepan, setelah menghias dekor Balai Budaya untuk perayaan 17an, ada dua pesanan dekor pernikahan. “Astungkara, tiap bulannya ada pesanan satu atau dua dekor pernikahan,” ucapnya senang. Disebutnya, hari baik pernikahan pada hari yang bersamaan, sehingga kalau ada pesanan, akan meminta bantuan usaha dekor lain. Untuk bahan-bahan dekor diambil di Desa Semana, selain bahan lebih lengkap, alat dan bahan selalu ready setiap saat.sar

Next Post

Terkendala Ngaben, Banyak Pawai Obor Tidak Terlaksana

Kam Agu 18 , 2022
"Ini karena musim ngaben, biasanya seluruh banjar menyelenggarakan pawai obor," jelas Dewa Neka.
IMG_20220818_113329-d6f0c1c3